LintasWarganet.com – 08 April 2026 | Ratusan mahasiswa beserta perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil berkumpul di depan gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta pada hari Selasa sore, menyuarakan keprihatinan mendalam atas kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis hak asasi manusia, Andrie Yunus.
Insiden tersebut terjadi pada bulan lalu di sebuah acara publik, di mana Andrie Yunus diserang dengan cairan berbahaya yang menyebabkan luka serius pada kulitnya. Kasus ini memicu kemarahan luas di kalangan aktivis, akademisi, dan masyarakat sipil yang menilai tindakan tersebut sebagai upaya intimidasi terhadap pembela kebebasan berpendapat.
Para pengunjuk rasa menyampaikan beberapa tuntutan utama, antara lain:
- Pengusutan menyeluruh dan transparan terhadap insiden penyiraman air keras.
- Penuntutan tegas terhadap pelaku yang terbukti bersalah.
- Pemberian perlindungan hukum bagi aktivis dan saksi yang terancam.
- Pembentukan mekanisme pengawasan independen untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Juru bicara Koalisi Masyarakat Sipil menegaskan bahwa kasus ini bukan sekadar insiden kekerasan pribadi, melainkan bagian dari pola intimidasi terhadap para pembela hak asasi manusia di Indonesia. Mereka menuntut MK untuk meninjau kembali peran lembaga dalam menjamin kebebasan sipil serta menegakkan prinsip keadilan tanpa pandang bulu.
Polisi yang mengamankan lokasi melaporkan tidak ada insiden kekerasan selama aksi berlangsung, dan demonstran menegaskan komitmen mereka untuk tetap damai serta melanjutkan aksi-aksi serupa hingga tuntutan terpenuhi.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet