Dari Sains Data ke BAZNAS RI, Alumni UNM Buktikan Luasnya Peluang Karier di Era Digital
Dari Sains Data ke BAZNAS RI, Alumni UNM Buktikan Luasnya Peluang Karier di Era Digital

Dari Sains Data ke BAZNAS RI, Alumni UNM Buktikan Luasnya Peluang Karier di Era Digital

LintasWarganet.com – 21 Juni 2026 | Transformasi digital yang semakin cepat membuka spektrum pekerjaan baru bagi lulusan bidang data. Tidak hanya perusahaan teknologi tinggi, sektor sosial, keagamaan, dan pemerintahan kini juga mencari tenaga ahli yang menguasai analisis data, visualisasi, serta kecerdasan buatan.

Beberapa alumni Universitas Negeri Malang (UNM) menjadi contoh nyata. Salah satunya, Andi Pratama (2020) yang awalnya bekerja sebagai data analyst di perusahaan e‑commerce, kemudian bergabung dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sebagai Data Scientist. Di BAZNAS, ia mengembangkan sistem prediksi donasi, memetakan wilayah potensial, serta mengoptimalkan distribusi bantuan berbasis data.

Alumni lain, Siti Mahira (2021), memanfaatkan keahlian sains data untuk mengelola platform digital BAZNAS yang mengintegrasikan data zakat, infaq, dan sedekah. Ia berhasil meningkatkan akurasi pelaporan hingga 30 % dan mempercepat proses verifikasi donatur.

Keberhasilan mereka mencerminkan tiga tren utama dalam pasar kerja digital Indonesia:

  • Pergeseran fokus dari sekadar pemrosesan data ke analisis prediktif dan pengambilan keputusan strategis.
  • Pemanfaatan data di sektor non‑teknologi seperti lembaga sosial, keagamaan, dan pemerintahan.
  • Kebutuhan akan kompetensi lintas disiplin, termasuk pemahaman regulasi, etika data, dan kemampuan komunikasi.

UNM mendukung kesiapan mahasiswanya melalui program studi Statistik, Ilmu Komputer, dan Sistem Informasi yang kini menambahkan mata kuliah big data, machine learning, serta proyek kolaborasi dengan institusi publik. Kerjasama magang dengan BAZNAS dan startup fintech memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa.

Dengan ekosistem digital yang terus berkembang, peluang karier bagi lulusan sains data tidak lagi terbatas pada perusahaan teknologi. Lembaga seperti BAZNAS menunjukkan bahwa keahlian analitis dapat memberi dampak sosial yang signifikan, sekaligus membuka jalur karier yang menantang dan berkelanjutan.