Cak Imin Ajak Santri dan Alumni Ponpes Ambil Peran Aktif untuk Bangsa

LintasWarganet.com – 24 Juni 2026 | Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar yang dikenal sebagai Cak Imin, menegaskan pentingnya kontribusi santri dan alumni pesantren dalam proses pembangunan nasional. Pada sebuah acara yang dihadiri oleh tokoh agama, kader partai, serta perwakilan pesantren, ia menyampaikan pesan kuat bahwa generasi yang dibekali dengan nilai-nilai keislaman harus menjadi agen perubahan di berbagai bidang.

Cak Imin mengingatkan sejarah panjang peran pesantren dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, mulai dari menjadi pusat pendidikan hingga basis mobilisasi massa. Ia berpendapat bahwa semangat yang sama dapat dialihkan ke tantangan era modern, seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, dan penguatan demokrasi.

Dalam pidatonya, ia menekankan beberapa nilai inti pesantren—kejujuran, kerja keras, gotong royong, serta kepedulian sosial—sebagai modal utama yang dapat memperkuat fondasi bangsa. Menurutnya, santri dan alumni memiliki posisi unik untuk menjembatani dunia religius dengan kebutuhan praktis masyarakat luas.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, Cak Imin mengajak para santri dan alumni agar terlibat aktif dalam lima bidang utama:

  • Berpartisipasi dalam pemilihan umum sebagai pemilih yang cerdas serta calon legislatif yang berintegritas.
  • Mendirikan usaha mikro atau menumbuhkan kewirausahaan yang berdaya saing.
  • Menjadi pengajar, mentor, atau pembina di lembaga pendidikan formal maupun non‑formal.
  • Terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti program beasiswa, kesehatan, dan bantuan bencana.
  • Mengadvokasi kebijakan publik yang berpihak pada keadilan sosial dan pemberdayaan ekonomi rakyat.

Cak Imin menutup pesannya dengan mengajak seluruh elemen pesantren untuk bersinergi dengan PKB, baik melalui program pelatihan, forum diskusi, maupun aksi nyata di lapangan. Ia menegaskan bahwa peran aktif santri dan alumni tidak hanya akan memperkaya kehidupan bangsa, tetapi juga akan meneguhkan posisi Indonesia sebagai negara yang berlandaskan nilai moral dan keilmuan.