Bulog Minta Tambahan Kuota MinyaKita ke Kemendag Atasi Kelangkaan
Bulog Minta Tambahan Kuota MinyaKita ke Kemendag Atasi Kelangkaan

Bulog Minta Tambahan Kuota MinyaKita ke Kemendag Atasi Kelangkaan

LintasWarganet.com – 14 April 2026 | Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa lembaga tersebut telah mengajukan permohonan kepada Kementerian Perdagangan untuk menambah kuota produk MinyaKita. Permintaan ini muncul setelah terjadi kelangkaan signifikan di pasar, terutama di wilayah‑wilayah dengan permintaan tinggi.

MinyaKita, yang dikenal sebagai produk minyak goreng bersubsidi, biasanya dialokasikan melalui sistem kuota bulanan. Namun, penurunan pasokan akibat gangguan logistik dan peningkatan konsumsi selama musim liburan membuat stok di rak‑rak toko menipis. Bulog menilai bahwa tambahan kuota setidaknya 15 % dari alokasi standar diperlukan untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan bagi konsumen.

Berikut poin‑poin utama yang diungkapkan dalam pernyataan resmi Bulog:

  • Penambahan kuota diharapkan dapat menutup defisit pasokan sekitar 200 ribu ton minyak goreng.
  • Bulog siap meningkatkan distribusi melalui jaringan gudang regionalnya.
  • Kementerian Perdagangan diminta mempercepat proses persetujuan agar tidak terjadi penumpukan permintaan.

Pihak kementerian belum memberikan respons resmi, namun menurut sumber internal, pembahasan terkait penyesuaian kuota sedang berlangsung dalam rapat koordinasi antar‑lembaga. Jika disetujui, kebijakan ini diperkirakan akan berdampak pada penurunan harga eceran minyak goreng sebesar 5‑7 % dalam beberapa minggu ke depan.

Para pedagang pasar tradisional dan supermarket melaporkan peningkatan permintaan secara mendadak, sehingga persediaan yang ada cepat habis. Kelangkaan ini berpotensi menimbulkan inflasi pada komoditas lain, mengingat minyak goreng merupakan bahan pokok dalam banyak resep makanan rumah tangga.

Pengamat ekonomi menilai bahwa langkah Bulog ini selaras dengan upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan. Namun, mereka menekankan pentingnya koordinasi yang cepat antara Bulog, Kemendag, dan produsen domestik agar penambahan kuota tidak mengganggu keseimbangan pasar jangka panjang.