BI Rate Naik ke 5,75 Persen, Ekonom: Saatnya BI Tahan Diri dari Kenaikan Lanjutan
BI Rate Naik ke 5,75 Persen, Ekonom: Saatnya BI Tahan Diri dari Kenaikan Lanjutan

BI Rate Naik ke 5,75 Persen, Ekonom: Saatnya BI Tahan Diri dari Kenaikan Lanjutan

LintasWarganet.com – 21 Juni 2026 | Bank Indonesia (BI) pada hari Rabu mengumumkan kenaikan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen, menandai kenaikan pertama dalam enam bulan terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh tekanan inflasi yang masih berada di atas target serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang utama.

Beberapa ekonom menilai keputusan ini sebagai langkah yang diperlukan untuk menahan laju inflasi, namun mereka juga memperingatkan agar otoritas moneter tidak terus-menerus menaikkan suku bunga. Menurut salah satu ekonom senior, “Saatnya BI menahan diri dari kenaikan lanjutan dan fokus pada stabilisasi nilai rupiah serta likuiditas perbankan.”

Para analis menyoroti beberapa tantangan utama yang harus dihadapi oleh BI:

  • Stabilisasi rupiah: Memastikan pergerakan nilai tukar tetap terkendali melalui intervensi pasar valuta asing yang terukur.
  • Pendalaman pasar valuta asing: Meningkatkan likuiditas dan kedalaman pasar sehingga volatilitas dapat diminimalkan.
  • Penguatan lindung nilai: Memperluas instrumen hedging bagi pelaku usaha untuk melindungi diri dari fluktuasi nilai tukar.
  • Menjaga likuiditas perbankan: Menghindari pengetatan kredit yang dapat menekan sektor produktif, terutama UMKM.

Dengan suku bunga acuan kini berada pada 5,75 persen, biaya pinjaman bagi perusahaan dan konsumen akan meningkat. Hal ini dapat menurunkan permintaan kredit, terutama untuk investasi jangka panjang. Namun, kebijakan yang terlalu agresif juga berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi yang masih dalam proses pemulihan pasca-pandemi.

Ke depannya, BI diharapkan akan memantau data inflasi, nilai tukar, dan kondisi likuiditas secara ketat. Kebijakan moneter yang seimbang antara kontrol inflasi dan dukungan pertumbuhan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.