AI Bukan Ancaman? Kanada Buktikan dengan 250 Ribu Lapangan Kerja dan Rp2.300 Triliun
AI Bukan Ancaman? Kanada Buktikan dengan 250 Ribu Lapangan Kerja dan Rp2.300 Triliun

AI Bukan Ancaman? Kanada Buktikan dengan 250 Ribu Lapangan Kerja dan Rp2.300 Triliun

LintasWarganet.com – 05 Juni 2026 | Pemerintah Kanada baru-baru ini mengumumkan peluncuran strategi nasional kecerdasan buatan (AI) yang menargetkan percepatan pertumbuhan ekonomi serta penciptaan lapangan kerja secara masif. Inisiatif ini menegaskan bahwa AI bukanlah ancaman, melainkan peluang untuk meningkatkan daya saing negara di era digital.

Strategi tersebut mencakup tiga pilar utama: investasi riset dan pengembangan AI, adopsi teknologi AI di sektor publik dan swasta, serta pengembangan sumber daya manusia yang terampil. Pemerintah menyiapkan dana sebesar CAD 15 miliar (sekitar Rp2.300 triliun) untuk mendukung program-program tersebut selama lima tahun ke depan.

Berikut rincian target utama yang diharapkan tercapai pada akhir periode lima tahun:

Pilar Target
Penciptaan Lapangan Kerja 250.000 pekerjaan baru
Peningkatan PDB Penambahan nilai ekonomi sebesar Rp2.300 triliun
Investasi R&D AI CAD 15 miliar

Target lapangan kerja mencakup posisi di bidang pengembangan perangkat lunak AI, analisis data, keamanan siber, serta pengelolaan infrastruktur digital. Pemerintah berjanji memberikan beasiswa, pelatihan ulang, dan sertifikasi khusus bagi tenaga kerja yang ingin beralih ke sektor AI.

Selain itu, strategi ini menekankan kolaborasi antara universitas, lembaga riset, dan perusahaan teknologi global. Program kemitraan diharapkan menghasilkan lebih dari 1.200 proyek inovatif, mulai dari sistem pertanian presisi hingga layanan kesehatan berbasis AI.

Para pakar ekonomi menilai bahwa investasi sebesar CAD 15 miliar dapat menghasilkan multiplier effect yang signifikan, mengingat AI berpotensi meningkatkan produktivitas hingga 40% di sektor-sektor kunci seperti manufaktur, transportasi, dan energi.

Dengan langkah ini, Kanada menempatkan diri sebagai contoh negara maju yang memanfaatkan AI secara bertanggung jawab, menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan tenaga kerja.