AESI Dorong Akselerasi Adopsi Energi Surya untuk Industri
AESI Dorong Akselerasi Adopsi Energi Surya untuk Industri

AESI Dorong Akselerasi Adopsi Energi Surya untuk Industri

LintasWarganet.com – 13 Juni 2026 | Ketua Umum Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI), Mada Ayu Habsari, menekankan pentingnya mempercepat penerapan energi surya di sektor industri Indonesia. Ia menyatakan bahwa energi terbarukan tidak hanya mendukung target dekarbonisasi nasional, tetapi juga dapat menurunkan biaya produksi secara signifikan.

  • Kebijakan Pemerintah: Insentif fiskal, tarif beli listrik (feed‑in tariff) yang kompetitif, dan penyederhanaan perizinan dapat mempercepat investasi.
  • Teknologi yang Makin Terjangkau: Penurunan harga panel surya serta peningkatan efisiensi modul membuat proyek menjadi lebih menarik secara finansial.
  • Kesadaran Industri: Perusahaan semakin menyadari manfaat jangka panjang dari penggunaan energi bersih, terutama dalam rangka memenuhi standar ESG (Environmental, Social, Governance).

Untuk memfasilitasi transisi, AESI mengusulkan langkah‑langkah berikut:

  1. Mengadakan workshop teknis bagi pelaku industri guna memperkenalkan desain sistem PV (photovoltaic) yang optimal.
  2. Menyusun panduan standar instalasi yang selaras dengan regulasi Kementerian Energi dan Mineral.
  3. Menjalin kemitraan dengan lembaga keuangan untuk menyediakan skema pembiayaan berbasis hasil (performance‑based financing).

Berikut ini contoh perbandingan biaya listrik sebelum dan sesudah pemasangan sistem surya skala menengah (kapasitas 1 MW):

Parameter Tanpa Surya Dengan Surya
Tarif listrik (Rp/kWh) 1.500 1.500
Biaya tahunan 27 000 000 9 000 000
Penghematan 18 000 000

Data tersebut menunjukkan potensi penghematan hingga 66 % dalam biaya energi, yang dapat dialokasikan kembali ke kegiatan produktif lainnya.

Habsari juga mengingatkan bahwa percepatan adopsi energi surya harus diiringi dengan pengembangan sumber daya manusia. Program pelatihan teknisi, sertifikasi instalator, dan kolaborasi dengan perguruan tinggi diharapkan dapat menutup kesenjangan kompetensi.

Dengan dukungan kebijakan yang konsisten, inovasi teknologi, dan komitmen industri, AESI optimis Indonesia dapat meningkatkan pangsa energi surya dalam bauran energi nasional, sekaligus memperkuat daya saing sektor manufaktur dan industri berat.