3,7 Juta Kendaraan Serbu Tol Nusantara Selama Lebaran 2026, Ruas Solo-Jogja Pecah Rekor
3,7 Juta Kendaraan Serbu Tol Nusantara Selama Lebaran 2026, Ruas Solo-Jogja Pecah Rekor

3,7 Juta Kendaraan Serbu Tol Nusantara Selama Lebaran 2026, Ruas Solo-Jogja Pecah Rekor

LintasWarganet.com – 30 Maret 2026 | Jasa Marga melaporkan total 3,7 juta kendaraan melewati jaringan Tol Nusantara selama periode Lebaran 2026. Angka ini menandai lonjakan tertinggi dalam sejarah penggunaan tol nasional, terutama pada jalur Solo‑Jogja yang mencatat rekor tertinggi.

Ruas Solo‑Jogja, yang menjadi pilihan utama bagi pelancong dari Jawa Tengah dan Yogyakarta, mencatat peningkatan volume kendaraan mencapai 45 % dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini dipengaruhi oleh meningkatnya mobilitas penduduk yang kembali ke kampung halaman serta pertumbuhan sektor pariwisata selama libur panjang.

Jalur Tol Jumlah Kendaraan (juta) Persentase Kenaikan
Solo‑Jogja 1,2 +45 %
Bandung‑Cimahi 0,8 +30 %
Surabaya‑Gresik 0,6 +28 %
Jalur Lain 1,1 +22 %

Untuk mengantisipasi kepadatan, Jasa Marga mengaktifkan sejumlah langkah operasional, antara lain menambah jalur layanan, memperpanjang jam operasional gerbang tol, serta meningkatkan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengatur arus lalu lintas. Selain itu, sistem pembayaran elektronik dipercepat penyebarannya guna mempercepat proses keluar‑masuk kendaraan.

  • Penambahan 5 gerbang tol sementara di titik rawan kemacetan.
  • Penerapan tarif khusus bagi kendaraan angkut barang selama periode libur.
  • Peningkatan patroli keamanan untuk mengurangi potensi kecelakaan.

Para pengguna tol melaporkan pengalaman yang beragam. Sebagian mengapresiasi kecepatan layanan elektronik, sementara yang lain mencatat waktu tempuh yang masih cukup lama pada jam puncak. Pihak pengelola menegaskan bahwa evaluasi berkelanjutan akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan pada musim mudik berikutnya.

Dengan catatan ini, Jasa Marga menargetkan peningkatan infrastruktur tol, termasuk pembangunan jalur baru dan perluasan jalur eksisting, guna menampung pertumbuhan permintaan transportasi yang diproyeksikan terus meningkat di tahun-tahun mendatang.