Panel Surya pada Dinding Bangunan Dapat Pasok Listrik Kota dan Pangkas Emisi, Ungkap Studi Ilmuwan China
Panel Surya pada Dinding Bangunan Dapat Pasok Listrik Kota dan Pangkas Emisi, Ungkap Studi Ilmuwan China

Panel Surya pada Dinding Bangunan Dapat Pasok Listrik Kota dan Pangkas Emisi, Ungkap Studi Ilmuwan China

LintasWarganet.com – 28 Maret 2026 | Baru-baru ini sebuah tim ilmuwan dari China merilis hasil penelitian yang menunjukkan potensi besar pemasangan panel surya pada dinding luar bangunan untuk menghasilkan listrik dalam skala kota sekaligus mengurangi emisi karbon. Penelitian tersebut dilakukan selama tiga tahun dengan simulasi komputer serta percobaan lapangan pada beberapa gedung tinggi di kota Shenzhen.

Para peneliti memanfaatkan teknologi fotovoltaik tipis yang dapat diaplikasikan langsung pada fasad beton atau kaca. Sel surya tersebut diproduksi dengan bahan perovskit yang memiliki efisiensi konversi energi hingga 23 % dalam kondisi cahaya matahari langsung, dan tetap menghasilkan daya yang signifikan pada intensitas cahaya rendah.

Hasil simulasi menunjukkan bahwa jika seluruh dinding luar kota berpopulasi panel surya serupa, kapasitas listrik yang dapat diproduksi dapat mencapai 35 % dari total kebutuhan energi listrik kota tersebut. Pada skala percobaan, sebuah gedung perkantoran 30 lantai menghasilkan rata‑rata 1,2 MW listrik per hari, yang cukup untuk menyalakan lebih dari 1 000 rumah tangga.

Manfaat lain yang diidentifikasi meliputi:

  • Pengurangan emisi CO₂ hingga 1,5 Mt per tahun bila diterapkan pada kota berpopulasi satu juta jiwa.
  • Peningkatan estetika urban karena panel dapat dirancang dalam berbagai warna dan tekstur.
  • Peningkatan isolasi termal pada bangunan, mengurangi beban pendinginan dan pemanasan.

Peneliti juga menyoroti tantangan teknis, seperti kebutuhan akan sistem penyimpanan energi yang terintegrasi, pemeliharaan panel pada fasad yang tinggi, serta regulasi perencanaan kota yang harus menyesuaikan standar bangunan baru. Untuk mengatasi hal ini, mereka mengusulkan skema kolaborasi antara pemerintah, pengembang properti, dan penyedia teknologi energi terbarukan.

Jika rekomendasi tersebut diimplementasikan, kota‑kota besar di seluruh dunia berpotensi mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik konvensional, menurunkan biaya operasional energi, serta berkontribusi pada target pengurangan emisi yang telah disepakati dalam Perjanjian Paris.