Kemendag Ajak Horeka dan Ritel Serap Stok Telur dan Daging Ayam Selama Libur Sekolah
Kemendag Ajak Horeka dan Ritel Serap Stok Telur dan Daging Ayam Selama Libur Sekolah

Kemendag Ajak Horeka dan Ritel Serap Stok Telur dan Daging Ayam Selama Libur Sekolah

LintasWarganet.com – 23 Juni 2026 | Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengimbau sektor horeca (hotel, restoran, kafe) serta jaringan ritel untuk meningkatkan penyerapan stok telur dan daging ayam menjelang libur sekolah nasional. Langkah ini diharapkan dapat menstabilkan harga pangan pokok yang biasanya mengalami fluktuasi tajam ketika permintaan konsumen, khususnya keluarga dengan anak sekolah, meningkat secara signifikan.

Libur sekolah yang berlangsung selama dua minggu mulai 1 Juli 2024 diprediksi akan menambah konsumsi telur dan daging ayam hingga 15‑20 % dibandingkan periode biasa. Peningkatan permintaan ini seringkali memicu kenaikan harga di pasar tradisional maupun modern, yang pada gilirannya berpotensi memberatkan rumah tangga berpendapatan rendah.

  • Pengadaan stok tambahan di gudang distribusi Kemendag.
  • Pemberian insentif logistik bagi pelaku horeca dan ritel yang bersedia menyalurkan produk ke pasar akhir.
  • Koordinasi dengan Asosiasi Pengusaha Hotel, Restoran, dan Kafe (APHRK) serta Asosiasi Supermarket Nasional (ASN) untuk penjadwalan distribusi.
  • Monitoring harga secara real‑time melalui aplikasi Kemendag.

Berikut contoh target penyerapan selama libur sekolah:

Produk Stok Awal (ton) Target Penyerapan (ton) Harga Rata‑rata (Rp/kg)
Telur ayam 200 180 23.500
Daging ayam 150 135 42.000

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Budi Santoso, menekankan, “Kami menghimbau seluruh pelaku usaha untuk berperan aktif dalam menyalurkan stok ke konsumen akhir. Dengan sinergi antara pemerintah, horeca, dan ritel, kita dapat menghindari lonjakan harga yang tidak diinginkan.”

Jika strategi ini berhasil, diharapkan harga telur dan daging ayam tetap berada dalam kisaran stabil selama libur sekolah, sehingga daya beli masyarakat tidak terganggu. Pemerintah akan terus memantau dinamika pasar dan siap menambah pasokan bila diperlukan.