Akademisi Mpu Kuturan Amati Peningkatan Minat Anak Muda Bangun UMKM
Akademisi Mpu Kuturan Amati Peningkatan Minat Anak Muda Bangun UMKM

Akademisi Mpu Kuturan Amati Peningkatan Minat Anak Muda Bangun UMKM

LintasWarganet.com – 20 Juni 2026 | Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan di Singaraja, Bali, melalui akademisi Duwi Oktaviana, mencatat adanya lonjakan minat generasi muda untuk mendirikan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah tersebut. Pengamatan ini didasarkan pada survei lapangan, wawancara dengan mahasiswa, serta data pendaftaran usaha baru yang tercatat selama enam bulan terakhir.

Beberapa faktor utama yang memicu fenomena ini antara lain:

  • Kebijakan pemerintah daerah: Pemberian pelatihan gratis, subsidi modal awal, dan akses perizinan yang dipercepat.
  • Kesadaran ekonomi kreatif: Mahasiswa semakin tertarik pada produk lokal, kerajinan tradisional, serta kuliner khas Bali.
  • Pengaruh digital: Platform e‑commerce dan media sosial mempermudah promosi dan penjualan produk secara nasional bahkan internasional.
  • Dukungan institusi akademik: IAHN Mpu Kuturan menyediakan inkubator bisnis, ruang kerja bersama, dan mentoring oleh dosen serta praktisi industri.

Data yang dihimpun menunjukkan pertumbuhan pendaftar UMKM muda naik sebesar 45 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Mayoritas pendaftar berusia 20‑30 tahun, dengan latar belakang pendidikan tinggi di bidang ekonomi, pariwisata, dan seni budaya.

Akademisi Duwi Oktaviana menilai bahwa tren ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal bila didukung dengan ekosistem yang berkelanjutan. Ia menyarankan peningkatan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor swasta untuk menyediakan:

  1. Program pembiayaan mikro berbasis hasil usaha.
  2. Pelatihan manajemen keuangan dan pemasaran digital.
  3. Fasilitas riset pasar yang relevan dengan produk tradisional.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan UMKM milik anak muda tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing di pasar global, sekaligus melestarikan warisan budaya Bali.