LintasWarganet.com – 20 Juni 2026 | Masih ribuan desa di Indonesia yang belum menikmati pasokan listrik resmi, meskipun program penyediaan listrik universal telah berjalan selama bertahun‑tahun. Kondisi ini menjadi sorotan utama pemerintah karena menghambat pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat di wilayah pedesaan.
Menanggapi masalah tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengumumkan alokasi anggaran sebesar Rp 10 triliun untuk percepatan pemerataan listrik. Anggaran ini akan dialokasikan melalui program subsidi, pembangunan infrastruktur jaringan, serta pengembangan sumber energi terbarukan di daerah yang sulit dijangkau.
Rencana kerja utama meliputi:
- Pembangunan gardu listrik dan jaringan distribusi di wilayah terpencil.
- Penggunaan pembangkit energi terbarukan, seperti tenaga surya dan mikro‑hidro, untuk mengurangi ketergantungan pada jaringan konvensional.
- Kemitraan dengan PLN dan perusahaan swasta dalam penyediaan instalasi listrik rumah tangga.
- Pelatihan tenaga teknis lokal agar dapat mengoperasikan dan memelihara fasilitas listrik secara mandiri.
- Monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan target tercapai tepat waktu.
Target pemerintah adalah menurunkan jumlah desa tanpa listrik menjadi kurang dari 1 % pada akhir tahun 2025. Jika berhasil, setidaknya lebih dari 2 000 desa yang saat ini masih belum teraliri listrik akan terhubung ke jaringan nasional.
Dengan investasi sebesar Rp 10 triliun, diharapkan tidak hanya meningkatkan akses energi, tetapi juga mendorong pertumbuhan usaha kecil, meningkatkan kualitas pendidikan, serta memperbaiki layanan kesehatan di daerah pedesaan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet