Kritisi Penghentian MBG saat Libur Sekolah, GAPEMBI: Persoalan Utama MBG Adalah Tata Kelola dan Kepastian Regulasi
Kritisi Penghentian MBG saat Libur Sekolah, GAPEMBI: Persoalan Utama MBG Adalah Tata Kelola dan Kepastian Regulasi

Kritisi Penghentian MBG saat Libur Sekolah, GAPEMBI: Persoalan Utama MBG Adalah Tata Kelola dan Kepastian Regulasi

LintasWarganet.com – 20 Juni 2026 | GAPEMBI (Gabungan Pengusaha dan Masyarakat Bimbingan Guru) menilai keputusan menghentikan program MBG (Masa Bimbingan Guru) selama libur sekolah sebagai langkah yang kurang tepat.

  • Tata kelola: Proses perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program masih terfragmentasi antara dinas pendidikan, sekolah, dan pihak swasta.
  • Kepastian regulasi: Belum ada pedoman yang mengikat secara hukum mengenai peran, tanggung jawab, serta mekanisme pendanaan MBG.

GAPEMBI menegaskan bahwa penghentian sementara selama libur tidak menyelesaikan masalah struktural tersebut. Justru, penangguhan dapat menimbulkan kekosongan layanan bimbingan bagi guru yang membutuhkan dukungan profesional pada periode istirahat.

Organisasi tersebut mengusulkan beberapa langkah perbaikan, antara lain:

  1. Membentuk tim koordinasi lintas sektoral yang memiliki otoritas jelas.
  2. Menyusun regulasi tertulis yang mengatur standar operasional MBM (Masa Bimbingan Mentor) dan alokasi anggaran.
  3. Melakukan monitoring dan evaluasi berkala dengan melibatkan guru serta perwakilan sekolah.

GAPEMBI juga mengingatkan bahwa keberlanjutan MBG sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, terutama di masa transisi digital dimana guru memerlukan bimbingan intensif dalam penggunaan teknologi.

Jika pemerintah dapat menyediakan kerangka regulasi yang kuat serta mengoptimalkan tata kelola, diharapkan program MBG dapat kembali beroperasi secara berkelanjutan, bahkan meningkatkan cakupan layanan di luar jam belajar formal.