Ditopang Konsumsi Masyarakat, BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Terjaga Meski BI-Rate Naik
Ditopang Konsumsi Masyarakat, BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Terjaga Meski BI-Rate Naik

Ditopang Konsumsi Masyarakat, BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Terjaga Meski BI-Rate Naik

LintasWarganet.com – 18 Juni 2026 | Bank Indonesia (BI) menyatakan keyakinannya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap kuat meskipun suku bunga acuan (BI-Rate) dinaikkan pada pertemuan kebijakan terbaru. Pernyataan optimisme tersebut didasarkan pada kondisi permintaan domestik yang masih solid, didorong oleh konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah, serta peningkatan investasi.

Gubernur BI menegaskan bahwa kenaikan suku bunga dimaksudkan untuk menahan laju inflasi yang masih berada di atas target, namun tidak akan menghambat aktivitas ekonomi secara signifikan. Ia menambahkan bahwa fondasi permintaan internal masih cukup kokoh, sehingga efek pengetatan moneter dapat dikelola dengan baik.

Faktor Pendukung Pertumbuhan

  • Konsumsi Rumah Tangga: Pengeluaran konsumen tetap menjadi penyumbang terbesar bagi PDB, berkat tingkat pendapatan yang relatif stabil dan kebijakan fiskal yang mendukung.
  • Konsumsi Pemerintah: Anggaran belanja publik terus diarahkan pada infrastruktur dan program sosial, memperkuat permintaan agregat.
  • Investasi: Aliran investasi, baik domestik maupun asing, menunjukkan tren naik, khususnya di sektor manufaktur dan energi terbarukan.

Data Suku Bunga Terbaru

Periode BI-Rate (%)
Januari 2024 5,75
April 2024 6,00
Juli 2024 6,25

Naiknya BI-Rate sebesar 0,25 poin persentase pada pertemuan terakhir diharapkan dapat menurunkan tekanan inflasi tanpa mengurangi kepercayaan konsumen. Analis pasar memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal berikutnya masih akan berada di kisaran 5,0‑5,3 persen, sejalan dengan proyeksi pemerintah.

Secara keseluruhan, BI menilai bahwa kombinasi antara kebijakan moneter yang lebih ketat dan dukungan kuat dari sektor konsumsi domestik akan menjaga stabilitas ekonomi Indonesia dalam jangka menengah.