BBCA Lanjutkan Aksi "Buyback" Saham senilai Maksimal Rp 5 Triliun
BBCA Lanjutkan Aksi "Buyback" Saham senilai Maksimal Rp 5 Triliun

BBCA Lanjutkan Aksi “Buyback” Saham senilai Maksimal Rp 5 Triliun

LintasWarganet.com – 17 Juni 2026 | PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menegaskan komitmennya untuk melakukan program pembelian kembali saham (buyback) dengan total nilai maksimal sebesar Rp 5 triliun. Langkah ini merupakan lanjutan dari program buyback yang sebelumnya telah dilaksanakan pada kuartal pertama tahun ini.

Buyback saham ini bertujuan untuk meningkatkan nilai perolehan per saham (EPS) serta menambah kepercayaan investor dengan menurunkan jumlah saham beredar di pasar. Dengan mengurangi pasokan saham, BCA berharap dapat menstabilkan harga sahamnya di tengah volatilitas pasar.

Berikut adalah rangkaian pelaksanaan buyback yang diungkapkan oleh BCA:

  • Nilai maksimal: Rp 5.000.000.000.000
  • Periode pelaksanaan: mulai kuartal kedua 2024 hingga akhir 2025
  • Metode: pembelian melalui bursa efek (Open Market Buyback)
  • Target jumlah saham yang dibeli: sekitar 50 juta lembar (perkiraan)

Dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) terakhir, dewan direksi menyatakan bahwa alokasi dana untuk buyback diambil dari laba bersih tahun berjalan serta cadangan yang tersedia, sehingga tidak mengganggu likuiditas operasional bank.

Para analis pasar menilai bahwa langkah buyback ini dapat menjadi sinyal positif bagi pemegang saham, terutama karena BCA berada dalam posisi keuangan yang kuat dengan rasio kecukupan modal (CAR) yang tetap di atas standar regulator. Selain itu, program ini sejalan dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mendorong perusahaan publik untuk mengembalikan nilai kepada pemegang saham melalui mekanisme buyback.

Namun, investor juga diingatkan untuk memperhatikan faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi dan fluktuasi nilai tukar yang dapat mempengaruhi kinerja bank secara keseluruhan.

Secara keseluruhan, aksi buyback saham senilai hingga Rp 5 triliun ini diharapkan dapat meningkatkan nilai pasar BCA, memperkuat posisi sahamnya di Bursa Efek Indonesia, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi pemegang saham.