Redanya Konflik AS-Iran Jadi Pemincu Anjloknya Harga Minyak Dunia di Bawah USD 80 per Barel
Redanya Konflik AS-Iran Jadi Pemincu Anjloknya Harga Minyak Dunia di Bawah USD 80 per Barel

Redanya Konflik AS-Iran Jadi Pemincu Anjloknya Harga Minyak Dunia di Bawah USD 80 per Barel

LintasWarganet.com – 17 Juni 2026 | Harga minyak mentah dunia kembali mengalami penurunan signifikan dan pada Rabu, 17 Juni 2024, berhasil menembus batas USD 80 per barel.

Penurunan ini dipicu oleh meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang sebelumnya menjadi faktor utama menambah premi risiko di pasar energi. Seiring kedua negara menunjukkan tanda‑tanda de‑eskalasi, para pelaku pasar menyesuaikan ekspektasi pasokan dan menurunkan harga.

Berikut beberapa faktor utama yang berkontribusi pada penurunan harga:

  • Reduksi ketegangan geopolitik AS‑Iran, mengurangi kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak dari Teluk Persia.
  • Kenaikan produksi minyak non‑OPEC, terutama dari Amerika Serikat dan Kanada, yang menambah pasokan global.
  • Permintaan global yang masih dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi yang melambat pasca‑pandemi.
  • Penguatan dolar AS yang membuat komoditas berharga dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pembeli lain.

Bagi Indonesia, harga minyak yang lebih rendah dapat menurunkan beban impor energi, berpotensi menurunkan harga BBM di dalam negeri dan memberi ruang bagi kebijakan fiskal yang lebih lunak. Namun, perusahaan minyak dalam negeri yang bergantung pada margin keuntungan tinggi mungkin menghadapi tekanan profitabilitas.

Para analis memperkirakan bahwa selama ketegangan geopolitik tetap terkendali, harga minyak dapat berfluktuasi di sekitar level USD 80‑85 per barel. Namun, setiap perkembangan baru di wilayah Timur Tengah tetap dapat memicu volatilitas kembali.