Kebun Denassa Gowa Kenalkan Alam pada Anak Usia Dini
Kebun Denassa Gowa Kenalkan Alam pada Anak Usia Dini

Kebun Denassa Gowa Kenalkan Alam pada Anak Usia Dini

LintasWarganet.com – 17 Juni 2026 | Tawa riang anak-anak menggema di antara pepohonan rindang Kebun Denassa, Gowa, saat mereka diajak mengenal keanekaragaman alam sejak usia dini. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa bekerja sama dengan tim konservasi setempat, dengan tujuan menumbuhkan rasa cinta lingkungan sejak balita.

Para peserta, yang berusia antara tiga hingga enam tahun, dibimbing oleh pendidik dan relawan yang mempraktikkan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman. Anak‑anak diberi kesempatan menyentuh, mencium, dan mengamati dedaunan, bunga, serta serangga yang ada di kebun.

  • Menjelajahi jalur setapak sambil mengidentifikasi jenis‑jenis tumbuhan.
  • Memetik buah‑buah kecil dan belajar tentang rasa serta manfaat gizinya.
  • Berinteraksi dengan koloni semut dan mengamati kehidupan serangga.
  • Menggambar atau menuliskan pengalaman mereka di buku kegiatan.

Guru lingkungan menjelaskan bahwa interaksi langsung dengan alam dapat meningkatkan kemampuan motorik halus, konsentrasi, serta empati anak terhadap makhluk hidup. Penelitian menunjukkan bahwa anak yang rutin berada di luar ruangan memiliki perkembangan kognitif yang lebih baik dibandingkan yang hanya belajar di dalam kelas.

Orang tua yang hadir juga menyatakan kepuasan mereka. “Anak saya jadi lebih penasaran dan tidak takut pada serangga,” ujar Ibu Rina, salah satu orang tua. “Saya melihatnya lebih aktif dan senang bertanya tentang apa yang ia lihat.”

Kebun Denassa sendiri merupakan area konservasi yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Gowa sejak 2018. Selain menjadi tempat pembelajaran, kebun ini berfungsi sebagai habitat bagi satwa liar lokal dan sebagai laboratorium terbuka bagi siswa sekolah menengah.

Rangkaian program serupa direncanakan akan dilaksanakan secara berkala, meliputi kelas‑kelas pra‑sekolah, serta kunjungan sekolah menengah pertama. Diharapkan, dengan menumbuhkan kepedulian sejak dini, generasi masa depan akan lebih siap menjaga kelestarian alam Sulawesi Selatan.