Smart Kampung Banyuwangi Raih Indeks SPBE 4,87, Dipuji ASEAN sebagai Praktik Baik Kota Cerdas
Smart Kampung Banyuwangi Raih Indeks SPBE 4,87, Dipuji ASEAN sebagai Praktik Baik Kota Cerdas

Smart Kampung Banyuwangi Raih Indeks SPBE 4,87, Dipuji ASEAN sebagai Praktik Baik Kota Cerdas

LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Smart Kampung Banyuwangi kembali menjadi sorotan regional setelah berhasil meraih Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sebesar 4,87. Pencapaian ini menempatkan desa digital tersebut dalam jajaran praktik terbaik yang diakui oleh ASEAN dalam rangka pengembangan kota cerdas.

Program Smart Kampung yang diluncurkan pada 2020 mengintegrasikan teknologi informasi dengan kegiatan pemberdayaan warga. Pendekatan ini mencakup penyediaan layanan publik berbasis aplikasi, pelatihan literasi digital bagi masyarakat, serta pengembangan infrastruktur jaringan yang merata.

  • Digitalisasi layanan administrasi, termasuk permohonan surat online.
  • Platform edukasi daring untuk peningkatan keterampilan kerja.
  • Sistem monitoring lingkungan berbasis sensor IoT.
  • Program pelatihan digital bagi UMKM setempat.

Hasil evaluasi ASEAN menyoroti empat pilar utama yang berhasil dioptimalkan: tata kelola, infrastruktur, layanan, dan partisipasi publik. Berikut ini rangkuman skor masing‑masing pilar:

Pilar Skor
Tata Kelola 4,95
Infrastruktur 4,80
Layanan 4,88
Partisipasi Publik 4,78

Keberhasilan Smart Kampung Banyuwangi tidak hanya meningkatkan efisiensi birokrasi, tetapi juga memperkuat keterlibatan warga dalam proses pengambilan keputusan. Warga melaporkan peningkatan kepuasan layanan publik hingga 30 % sejak implementasi sistem digital.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menegaskan komitmen untuk memperluas model ini ke desa‑desa lain di Provinsi Jawa Timur, dengan target menciptakan lima Smart Kampung tambahan dalam tiga tahun ke depan.

Penghargaan dari ASEAN diharapkan menjadi dorongan bagi daerah lain di Indonesia untuk mengadopsi pendekatan serupa, menjadikan transformasi digital sebagai kunci utama pembangunan berkelanjutan.