Ekspor Batu Bara Indonesia Akan Dikelola Penuh oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia Mulai 1 Januari 2027
Ekspor Batu Bara Indonesia Akan Dikelola Penuh oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia Mulai 1 Januari 2027

Ekspor Batu Bara Indonesia Akan Dikelola Penuh oleh PT Danantara Sumberdaya Indonesia Mulai 1 Januari 2027

LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Pemerintah Indonesia akan mengubah mekanisme ekspor batu bara mulai tanggal 1 Januari 2027. Mulai saat itu, semua proses ekspor, mulai dari tahapan pra‑kepabeanan hingga pasca‑kepabeanan, hanya dapat dilakukan oleh satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang telah ditunjuk, yaitu PT Danantara Sumberdaya Indonesia (PT DSI).

Penunjukan PT DSI sebagai satu‑satunya entitas yang berwenang bertujuan untuk menyederhanakan prosedur, meningkatkan transparansi, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan dan perpajakan. Dalam skema baru, PT DSI akan mengurus semua dokumen yang biasanya melibatkan beberapa pihak, termasuk pengajuan izin ekspor, verifikasi kualitas batubara, pembayaran bea keluar, dan pelaporan pasca‑ekspor.

Berikut rangkaian langkah yang akan dilaksanakan oleh PT DSI dalam proses ekspor batu bara:

  1. Pengajuan permohonan ekspor oleh eksportir kepada PT DSI.
  2. Verifikasi dokumen teknis dan kepatuhan lingkungan oleh PT DSI.
  3. Pembayaran bea keluar dan pajak yang terkait.
  4. Penerbitan surat keputusan ekspor oleh otoritas bea cukai.
  5. Pengawasan pasca‑ekspor, termasuk pelaporan volume dan nilai ekspor kepada kementerian terkait.

Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi praktik ilegal, meminimalkan biaya birokrasi, serta meningkatkan penerimaan negara dari sektor batu bara. Para pelaku industri mengaku perlu menyesuaikan sistem operasional mereka dengan standar yang ditetapkan PT DSI, namun menyambut baik upaya pemerintah untuk meningkatkan akuntabilitas.

Pengawasan yang terpusat juga diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam pasar global, terutama pada saat permintaan batu bara terus berfluktuasi. Dengan satu pintu layanan, proses ekspor diharapkan menjadi lebih cepat, aman, dan dapat dipantau secara real‑time.