Xiaomi Kembangkan EREV dan Siapkan SUV di Bawah Merek Baru Skynomad
Xiaomi Kembangkan EREV dan Siapkan SUV di Bawah Merek Baru Skynomad

Xiaomi Kembangkan EREV dan Siapkan SUV di Bawah Merek Baru Skynomad

LintasWarganet.com – 13 Juni 2026 | Xiaomi, perusahaan teknologi asal Tiongkok yang terkenal dengan smartphone dan ekosistem IoT, mengumumkan rencana ekspansi ke segmen otomotif dengan mengembangkan kendaraan listrik jarak jauh (Extended Range Electric Vehicle/EREV). Langkah ini menandai upaya perusahaan untuk memperluas portofolio produk dan bersaing di pasar mobil listrik yang semakin kompetitif.

Berikut adalah beberapa poin penting terkait rencana tersebut:

  • Teknologi EREV: SUV Skynomad akan dilengkapi dengan sistem penggerak hybrid yang menggabungkan motor listrik utama dan mesin pembakaran internal kecil sebagai generator. Sistem ini memungkinkan kendaraan menempuh jarak lebih dari 800 km dengan satu kali pengisian baterai dan pengisian bahan bakar.
  • Baterai dan Pengisian: Baterai berkapasitas sekitar 70 kWh diperkirakan akan mendukung jarak tempuh listrik murni sekitar 300 km. Pengisian cepat 0-80% diperkirakan dapat dilakukan dalam 30 menit.
  • Desain dan Fitur: Skynomad dirancang sebagai SUV berukuran menengah dengan interior yang mengintegrasikan ekosistem Xiaomi, termasuk kontrol suara, layar sentuh besar, dan konektivitas IoT untuk rumah pintar.
  • Target Pasar: Xiaomi menargetkan konsumen urban kelas menengah ke atas di Asia, Eropa, dan Amerika Utara yang menginginkan mobil listrik dengan fleksibilitas jarak jauh.
  • Jadwal Peluncuran: Prototipe awal dijadwalkan selesai pada akhir 2024, dengan produksi massal diperkirakan dimulai pada pertengahan 2025.

Berikut tabel ringkas perkiraan spesifikasi SUV Skynomad:

Spesifikasi Perkiraan
Jenis Penggerak EREV (Hybrid listrik‑generatore)
Baterai ~70 kWh (Li‑ion)
Jarak Tempuh Listrik ~300 km
Jarak Tempuh Total ~800 km
Pengisian Cepat 0‑80 % dalam 30 menit
Dimensi Sedan SUV menengah, 4,7 m panjang
Fitur Interior Layar sentuh 15,6″, Asisten suara Mi, integrasi IoT

Langkah Xiaomi masuk ke pasar otomotif tidak terlepas dari tren global yang mengarah pada elektrifikasi kendaraan. Dengan sumber daya finansial yang kuat dan jaringan produksi yang sudah mapan, perusahaan berharap dapat menyaingi pemain tradisional seperti Tesla, BYD, dan Nissan.

Analisis industri menunjukkan bahwa pasar SUV listrik diproyeksikan tumbuh lebih dari 30 % per tahun hingga 2030. Keputusan Xiaomi untuk meluncurkan Skynomad di segmen ini menunjukkan keyakinan bahwa konsumen akan mengadopsi mobil listrik yang menawarkan fleksibilitas jarak jauh tanpa mengorbankan kenyamanan.

Jika rencana berjalan sesuai jadwal, Skynomad dapat menjadi salah satu produk pertama Xiaomi yang menggabungkan ekosistem gadget dengan mobilitas modern, membuka peluang baru bagi integrasi layanan digital di dalam kendaraan.