Lokakarya Peliputan Daerah Konflik untuk Jurnalis
Lokakarya Peliputan Daerah Konflik untuk Jurnalis

Lokakarya Peliputan Daerah Konflik untuk Jurnalis

LintasWarganet.com – 12 Juni 2026 | Antara News menggelar lokakarya khusus bagi wartawan yang akan meliput wilayah-wilayah konflik. Acara yang berlangsung selama dua hari ini dihadiri oleh lebih dari seratus jurnalis dari berbagai media nasional dan regional, serta didampingi oleh personel militer dari Brigade Parako 1 Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI Angkatan Udara.

Tujuan utama lokakarya adalah meningkatkan kemampuan peliputan di zona rawan, memperkuat pemahaman tentang prosedur keamanan, serta mengajarkan teknik pelaporan yang etis dan akurat di tengah situasi yang tidak menentu.

Materi Pelatihan

  • Keamanan Pribadi: Cara menilai risiko, penggunaan perlengkapan pelindung, dan prosedur evakuasi cepat.
  • Etika Pelaporan: Penanganan sumber informasi, verifikasi fakta, serta menjaga netralitas dalam konflik bersenjata.
  • Teknik Pengambilan Gambar dan Audio: Penggunaan kamera, drone, dan peralatan rekaman di medan yang sulit.
  • Koordinasi dengan Militer dan Lembaga Penegak Hukum: Protokol berkomunikasi dengan pasukan keamanan, termasuk peran prajurit Parako dalam melindungi wartawan.
  • Simulasi Lapangan: Skenario realistis yang melibatkan simulasi penembakan, serangan mendadak, dan penanggulangan situasi darurat.

Selama simulasi, prajurit Brigade Parako 1 menampilkan taktik perlindungan yang meliputi pembentukan zona aman, penggunaan perisai balistik, dan penanganan first aid dasar. Jurnalis berkesempatan merasakan langsung tekanan di lapangan, sekaligus belajar cara berkoordinasi efektif dengan tim keamanan.

Ketua panitia, Budi Santoso, menekankan pentingnya kesiapan media dalam menyampaikan informasi yang berimbang dan dapat dipercaya, terutama ketika masyarakat membutuhkan berita yang cepat dan akurat dari daerah konflik. “Kami berharap setiap wartawan yang mengikuti lokakarya ini dapat kembali ke lapangan dengan pengetahuan yang lebih mendalam tentang keamanan diri serta standar jurnalistik yang tinggi,” ujarnya.

Para peserta menyatakan kepuasan tinggi atas pelatihan praktis yang diberikan. Sejumlah jurnalis mengaku kini lebih percaya diri untuk menugaskan diri ke zona konflik, dengan harapan dapat menurunkan tingkat risiko kecelakaan atau penangkapan yang sering terjadi pada wartawan di medan perang.