Harga Pertamax Naik, Pemerintah Tak Ikut Naikkan BBM Subsidi: Penjelasan Kanda Bahlil
Harga Pertamax Naik, Pemerintah Tak Ikut Naikkan BBM Subsidi: Penjelasan Kanda Bahlil

Harga Pertamax Naik, Pemerintah Tak Ikut Naikkan BBM Subsidi: Penjelasan Kanda Bahlil

LintasWarganet.com – 12 Juni 2026 | Pemerintah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar pertamax pada pekan ini, sementara harga BBM bersubsidi tetap dipertahankan. Kebijakan ini menimbulkan pertanyaan mengapa satu jenis bahan bakar dinaikkan harga sementara yang lain tidak, terutama mengingat tekanan inflasi dan daya beli masyarakat.

Kanda Bahlil, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menjelaskan bahwa penyesuaian harga pertamax didasarkan pada fluktuasi harga minyak dunia dan kebutuhan menjaga keseimbangan fiskal. Sementara itu, BBM bersubsidi dipertahankan untuk melindungi kelompok masyarakat berpendapatan rendah yang sangat bergantung pada bahan bakar murah untuk kebutuhan sehari-hari.

Berikut poin‑poin utama yang diutarakan oleh Kanda Bahlil:

  • Harga pertamax disesuaikan dengan harga minyak mentah internasional serta biaya produksi dan distribusi yang meningkat.
  • Subsidi BBM tetap difokuskan pada bensin 88, solar, dan minyak tanah, yang merupakan bahan bakar utama bagi transportasi umum dan sektor pertanian.
  • Penjagaan harga BBM bersubsidi diharapkan dapat menahan laju inflasi makanan dan kebutuhan pokok lainnya.
  • Pemerintah terus memantau pasar energi dan siap melakukan penyesuaian lebih lanjut bila diperlukan.

Analisis ekonomi menunjukkan bahwa meski harga pertamax naik, dampaknya terhadap indeks harga konsumen (IHK) dapat diminimalkan bila subsidi BBM tetap stabil. Tabel di bawah ini merangkum perbandingan harga sebelum dan sesudah penyesuaian serta kebijakan subsidi:

Jenis BBM Harga Sebelum Harga Sesudah Kebijakan Subsidi
Pertamax Rp9.850/liter Rp10.150/liter Tidak ada subsidi
Pertalite Rp9.200/liter Rp9.200/liter Subsidi tetap
Solar Rp8.500/liter Rp8.500/liter Subsidi tetap

Kanda Bahlil menambahkan bahwa kebijakan ini bersifat temporer dan akan dievaluasi secara berkala. Pemerintah berharap langkah ini dapat menstabilkan pasar energi tanpa menambah beban pada anggaran negara.

Secara keseluruhan, keputusan menaikkan harga pertamax sambil menjaga harga BBM bersubsidi mencerminkan upaya pemerintah menyeimbangkan antara kebutuhan fiskal, stabilitas harga, dan perlindungan konsumen paling rentan.