Pipa Transmisi CISEM II Resmi Beroperasi, Jalur Gas Jatim-Jabar Kini Tersambung Penuh
Pipa Transmisi CISEM II Resmi Beroperasi, Jalur Gas Jatim-Jabar Kini Tersambung Penuh

Pipa Transmisi CISEM II Resmi Beroperasi, Jalur Gas Jatim-Jabar Kini Tersambung Penuh

LintasWarganet.com – 10 Juni 2026 | Pipa transmisi CISEM II resmi mulai beroperasi pada akhir April 2024, menandai selesainya jaringan pipa gas alam yang menghubungkan Jawa Timur dengan Jawa Barat. Proyek ini merupakan kelanjutan dari upaya pemerintah dan BUMN energi untuk meningkatkan ketahanan pasokan gas bumi di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

CISEM II memiliki panjang sekitar 2.020 kilometer dan dirancang dengan kapasitas aliran sebesar 8,5 miliar kaki kubik per hari (bcf/d). Pipa ini melintasi beberapa provinsi, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, serta menghubungkan terminal gas utama di Balongan (Jawa Barat) dengan titik masuk gas di Tuban (Jawa Timur).

Berikut adalah beberapa poin penting terkait operasional CISEM II:

  • Pengoperasian resmi: Upacara peresmian dilakukan oleh Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PGN) dan Presiden Direktur PT Pertamina Gas (Pertagas) yang menegaskan kesiapan infrastruktur untuk mengalirkan gas secara optimal.
  • Manfaat bagi konsumen: Dengan tersambungnya jalur gas Jatim‑Jabar secara penuh, daerah industri dan rumah tangga di Jawa Barat diperkirakan akan menikmati pasokan gas yang lebih stabil, harga lebih kompetitif, dan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil konvensional.
  • Efisiensi distribusi: CISEM II memungkinkan PGN dan Pertagas mengoptimalkan jaringan distribusi, mengurangi ketergantungan pada transportasi LPG melalui jalur darat dan laut.
  • Keamanan dan lingkungan: Pipa dilengkapi dengan sistem monitoring tekanan dan kebocoran secara real‑time, serta dilindungi oleh prosedur keselamatan kelas dunia untuk meminimalkan risiko lingkungan.

Pengoperasian CISEM II juga diharapkan dapat membuka peluang investasi baru di sektor energi, terutama bagi perusahaan yang ingin mengembangkan fasilitas pemrosesan gas, pembangkit listrik berbasis gas, maupun proyek industri berbasis gas alam.

Secara keseluruhan, keberhasilan proyek CISEM II menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat infrastruktur energi domestik, meningkatkan ketersediaan gas bagi industri, serta mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.