Surplus Neraca Dagang RI Menipis, Jan-Apr 2026 Hanya USD 5,64 Miliar, Separuh Dari Tahun Lalu
Surplus Neraca Dagang RI Menipis, Jan-Apr 2026 Hanya USD 5,64 Miliar, Separuh Dari Tahun Lalu

Surplus Neraca Dagang RI Menipis, Jan-Apr 2026 Hanya USD 5,64 Miliar, Separuh Dari Tahun Lalu

LintasWarganet.com – 08 Juni 2026 | Surplus neraca perdagangan Indonesia pada empat bulan pertama tahun 2026 tercatat sebesar USD 5,64 miliar, menurun signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data resmi menunjukkan bahwa surplus Januari‑April 2025 mencapai USD 11,07 miliar, hampir dua kali lipat dari angka 2026. Penurunan ini menandakan adanya tekanan pada ekspor serta peningkatan impor yang lebih cepat.

Beberapa faktor yang berkontribusi antara lain:

  • Kenaikan harga energi dan bahan baku impor yang menambah beban biaya.
  • Fluktuasi nilai tukar rupiah yang mempengaruhi daya saing produk domestik.
  • Peningkatan permintaan barang konsumsi impor selama periode awal tahun.

Berikut perbandingan singkat surplus antara dua tahun terakhir:

Periode Surplus (USD Miliar)
Jan‑Apr 2025 11,07
Jan‑Apr 2026 5,64

Jika tren ini berlanjut, risiko terjadinya defisit perdagangan pada akhir tahun dapat meningkat, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi cadangan devisa dan stabilitas nilai tukar. Pemerintah diperkirakan akan memperkuat kebijakan dukungan ekspor, mengoptimalkan rantai pasok, serta meninjau kembali kebijakan tarif impor.

Pengamat ekonomi menekankan pentingnya diversifikasi pasar ekspor dan peningkatan nilai tambah produk domestik untuk menahan penurunan surplus di masa mendatang.