Makin Sulit Diatasi, Kebocoran di Stasiun Luar Angkasa Paksa Astronot Siaga Evakuasi
Makin Sulit Diatasi, Kebocoran di Stasiun Luar Angkasa Paksa Astronot Siaga Evakuasi

Makin Sulit Diatasi, Kebocoran di Stasiun Luar Angkasa Paksa Astronot Siaga Evakuasi

LintasWarganet.com – 07 Juni 2026 | Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) kembali menghadapi masalah kritis ketika kebocoran pada modul Rusia Zvezda semakin sulit diatasi. Kebocoran tersebut memaksa lima astronot yang berada di stasiun untuk menyiapkan prosedur evakuasi darurat, meskipun pada akhirnya prosedur perlindungan aman berhasil diselesaikan pada Jumat, 6 Juni 2026.

Roscosmos, lembaga antariksa Rusia, menghentikan sementara pekerjaan perbaikan karena kondisi kebocoran yang tidak terduga dan risiko tambahan yang muncul saat tim teknik mencoba menutup retakan. Penundaan ini meningkatkan tekanan pada kru ISS yang harus tetap berada dalam keadaan siaga penuh.

Berikut rangkaian langkah-langkah yang diambil sejak kebocoran terdeteksi hingga akhir prosedur evakuasi:

  • Deteksi kebocoran melalui sensor tekanan pada modul Zvezda.
  • Pengaktifan alarm kebocoran dan pemberitahuan kepada semua anggota kru.
  • Pelaksanaan prosedur penutupan segmen yang terpengaruh untuk mengisolasi area berbahaya.
  • Penempatan astronot dalam posisi siaga evakuasi dengan peralatan darurat di stasiun.
  • Koordinasi dengan pusat kontrol misi di Houston dan Baikonur untuk menilai opsi perbaikan atau evakuasi.
  • Penghentian sementara pekerjaan perbaikan oleh tim Roscosmos setelah evaluasi risiko.
  • Penyelesaian prosedur perlindungan aman setelah kondisi stabil kembali.

Berikut kronologi singkat dalam bentuk tabel:

Tanggal Kegiatan
5 Juni 2026 Kebocoran terdeteksi, alarm kebocoran diaktifkan.
5 Juni 2026 (siang) Astronot menyiapkan prosedur evakuasi, isolasi segmen Zvezda.
5 Juni 2026 (sore) Tim Roscosmos memulai perbaikan, kemudian menghentikan kerja karena risiko meningkat.
6 Juni 2026 Prosedur perlindungan aman selesai, kondisi tekanan kembali normal.

Para astronot melaporkan bahwa meskipun situasi menegangkan, kerja sama internasional antara NASA, Roscosmos, dan mitra lainnya memungkinkan penanganan yang terkoordinasi. Penangguhan pekerjaan perbaikan menandakan bahwa keamanan kru menjadi prioritas utama, sementara tim teknik terus mencari solusi permanen untuk menutup kebocoran tanpa menimbulkan bahaya tambahan.

Insiden ini menegaskan pentingnya sistem monitoring yang canggih dan protokol darurat yang terlatih pada misi luar angkasa jangka panjang. Kedepannya, pihak berwenang diharapkan meningkatkan prosedur inspeksi pada modul-modul lama serta memperkuat kerjasama lintas negara dalam penanggulangan kerusakan kritis di orbit.