OJK: Total Aset BPR-BPRS Tumbuh 3,70% Capai Rp236,69 T per Maret
OJK: Total Aset BPR-BPRS Tumbuh 3,70% Capai Rp236,69 T per Maret

OJK: Total Aset BPR-BPRS Tumbuh 3,70% Capai Rp236,69 T per Maret

LintasWarganet.com – 02 Juni 2026 | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan peningkatan signifikan pada total aset bank pembiayaan rakyat (BPR) dan bank pembiayaan rakyat syariah (BPRS) selama kuartal pertama tahun 2024. Aset gabungan kedua jenis lembaga keuangan tersebut mencapai Rp236,69 triliun pada Maret, naik 3,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). OJK mencatat bahwa porsi penyaluran kredit UMKM oleh BPR dan BPRS mencapai 50,07 persen dari total penyaluran, menunjukkan komitmen kuat sektor perbankan mikro dalam mendukung perekonomian berbasis usaha kecil.

  • Total aset BPR-BPRS: Rp236,69 triliun
  • Pertumbuhan aset: 3,70%
  • Porsi kredit UMKM: 50,07%
  • Target OJK: menjaga kualitas kredit sekaligus memperluas inklusi keuangan

Selain peningkatan kuantitatif, OJK juga menekankan pentingnya kualitas kredit. Tingkat risiko kredit tetap terjaga, dengan rasio NPL (Non-Performing Loan) yang berada pada level yang dapat diterima. Hal ini mencerminkan kebijakan prudent yang diimplementasikan oleh BPR dan BPRS dalam proses penilaian dan pemantauan kredit.

Penguatan peran BPR dan BPRS diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi, khususnya melalui pemberian modal kepada UMKM yang menjadi tulang punggung lapangan kerja nasional. OJK menegaskan bahwa dukungan regulasi dan kebijakan pendampingan akan terus ditingkatkan untuk memperluas jangkauan layanan keuangan di daerah tertinggal.

Dengan fondasi aset yang lebih kuat dan fokus pada pembiayaan UMKM, BPR dan BPRS diproyeksikan akan terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi inklusif Indonesia di masa mendatang.