Usai Bacakan Pleidoi, Nadiem Makarim Berharap Bebas Murni dari Jeratan Kasus Chromebook
Usai Bacakan Pleidoi, Nadiem Makarim Berharap Bebas Murni dari Jeratan Kasus Chromebook

Usai Bacakan Pleidoi, Nadiem Makarim Berharap Bebas Murni dari Jeratan Kasus Chromebook

LintasWarganet.com – 02 Juni 2026 | Setelah menyampaikan pleidoi di persidangan, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Makarim menegaskan harapannya untuk dibebaskan secara murni dari dugaan korupsi terkait pengadaan Chromebook. Pleidoi tersebut dibacakan pada Kamis di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, di mana Nadiem menolak semua tuduhan yang dianggapnya tidak berdasar.

Berikut rangkaian fakta penting yang dibahas dalam persidangan:

  • Pengadaan Chromebook dilakukan pada tahun 2021 dengan nilai kontrak sekitar Rp 1,8 triliun.
  • Penelusuran KPK menemukan indikasi adanya gratifikasi dan manipulasi proses tender.
  • Nadiem menegaskan bahwa proses pengadaan telah mengikuti prosedur yang ditetapkan, termasuk evaluasi teknis dan administratif.
  • Pengacara Nadiem menyoroti adanya perbedaan interpretasi antara pihak KPK dan kementerian dalam hal penetapan harga wajar.

Selama persidangan, Nadiem menekankan tiga poin utama: (1) tidak ada pertemuan pribadi yang melanggar kode etik; (2) semua dokumen pengadaan telah terarsip secara elektronik dan dapat diakses publik; serta (3) ia bersedia memberikan keterangan tambahan bila diperlukan.

Pengadilan memberi kesempatan kepada pihak jaksa untuk melanjutkan penyidikan, namun menolak permohonan penahanan tambahan terhadap Nadiem. Keputusan tersebut memberikan ruang bagi Nadiem untuk melanjutkan tugasnya di kementerian sambil menunggu putusan akhir.

Reaksi publik di media sosial beragam. Sebagian mengapresiasi keberanian Nadiem menyampaikan pleidoi secara terbuka, sementara yang lain menuntut proses hukum yang tegas. Ahli hukum menilai bahwa kasus ini akan menjadi preseden penting bagi transparansi pengadaan barang pemerintah.

Jika Nadiem berhasil dibebaskan secara murni, implikasinya tidak hanya bagi karier politiknya, tetapi juga bagi kebijakan digitalisasi pendidikan yang tengah digalakkan. Pemerintah telah menargetkan distribusi lebih dari 10 juta perangkat Chromebook kepada pelajar dalam tiga tahun ke depan.

Sejauh ini, tidak ada keputusan final yang diumumkan. Semua pihak menunggu hasil sidang berikutnya, yang dijadwalkan pada akhir bulan ini.