Rupiah Ditutup Melemah di Rp 17.880 per Dolar AS, Sentimen Global dan Domestik Jadi Beban
Rupiah Ditutup Melemah di Rp 17.880 per Dolar AS, Sentimen Global dan Domestik Jadi Beban

Rupiah Ditutup Melemah di Rp 17.880 per Dolar AS, Sentimen Global dan Domestik Jadi Beban

LintasWarganet.com – 29 Mei 2026 | Pasar valuta asing Indonesia mencatat penurunan nilai tukar Rupiah pada penutupan hari ini, berakhir pada level Rp 17.880 per dolar AS. Penurunan ini dipicu oleh kombinasi tekanan eksternal dari sentimen global serta faktor domestik yang berkaitan dengan kebijakan fiskal dan ekspektasi inflasi.

Berikut beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan Rupiah:

  • Sentimen global: Ketidakpastian kebijakan moneter di Amerika Serikat, penguatan dolar AS, dan gejolak di pasar komoditas memperburuk permintaan aset safe‑haven.
  • Kebijakan fiskal Indonesia: Angka defisit anggaran yang lebih tinggi dari perkiraan menambah beban pada neraca pembayaran, menurunkan kepercayaan investor.
  • Data inflasi domestik: Laporan inflasi yang tetap berada di atas target Bank Indonesia meningkatkan kekhawatiran akan kemungkinan kenaikan suku bunga.
  • Arus modal keluar: Investor asing menarik dana dari pasar ekuitas dan obligasi Indonesia, memperlemah likuiditas Rupiah.

Reaksi pasar menunjukkan penurunan indeks saham utama serta peningkatan spread obligasi pemerintah. Bank Indonesia menegaskan kesiapan intervensi bila diperlukan, namun mengingat tekanan eksternal yang kuat, kebijakan moneter tetap harus berhati‑hati.

Berikut rangkuman nilai tukar penutupan Rupiah dalam seminggu terakhir:

Tanggal Penutupan (Rp/USD)
Senin 17.845
Selasa 17.860
Rabu 17.870
Kamis 17.880
Jumat 17.880

Para analisanya menilai bahwa selama sentimen global tetap negatif dan defisit fiskal belum terkendali, Rupiah dapat terus berada di zona lemah. Langkah-langkah penguatan fiskal serta kebijakan moneter yang adaptif menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan pasar.