Kemendikdasmen: Puncak Hardiknas di Jatim pecahkan rekor MURI
Kemendikdasmen: Puncak Hardiknas di Jatim pecahkan rekor MURI

Kemendikdasmen: Puncak Hardiknas di Jatim pecahkan rekor MURI

LintasWarganet.com – 24 Mei 2026 | Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan bahwa puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang berlangsung di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, berhasil mencatat rekor baru dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Acara yang diikuti oleh ribuan peserta ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dan pusat dalam memajukan kualitas pendidikan serta meningkatkan rasa kebanggaan nasional.

Berbagai elemen pendidikan, mulai dari siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga tokoh masyarakat, berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan yang meliputi lomba-lomba kreatif, pameran inovasi pembelajaran, serta upacara simbolik yang menonjolkan nilai-nilai kebangsaan. Berikut adalah rincian utama yang mendukung pencapaian rekor MURI:

  • Jumlah peserta: Lebih dari 12.000 siswa dari 300 sekolah menengah pertama dan menengah atas.
  • Jumlah guru dan tenaga kependidikan: Sekitar 1.500 orang yang berperan sebagai juri, pembicara, dan fasilitator.
  • Beragam lomba: 25 cabang lomba meliputi seni, sains, teknologi, dan olahraga edukatif.
  • Durasi acara: Empat hari penuh, dimulai pada 14 Oktober hingga 17 Oktober 2023.
  • Partisipasi masyarakat luas: Lebih dari 5.000 relawan dan pendukung dari organisasi kemasyarakatan serta pihak swasta.

Rekor ini secara resmi diakui oleh MURI pada penutupan acara pada 18 Oktober 2023. Pejabat Kemendikdasmen yang hadir, Menteri Nadiem Makarim, menilai pencapaian ini sebagai bukti nyata sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di tingkat lokal maupun nasional.

Selain menorehkan rekor, puncak Hardiknas Jatim juga menjadi momentum penting untuk menyebarkan tema “Pendidikan Inklusif dan Berkelanjutan”. Selama acara, peserta diajak untuk meninjau praktik-praktik terbaik dalam pembelajaran berbasis teknologi, pengelolaan sumber daya alam yang ramah lingkungan, serta pemberdayaan siswa melalui program kepemimpinan.

Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi provinsi lain dalam menyelenggarakan peringatan Hardiknas yang tidak hanya seremonial, tetapi juga produktif dan berdampak. Kemendikdasmen berjanji akan terus mendukung inisiatif serupa dengan menyediakan dana, pelatihan, serta platform digital yang mempermudah kolaborasi lintas daerah.