Satgas MBG Jember Rekomendasikan Penutupan SPPG Kaliwates 7
Satgas MBG Jember Rekomendasikan Penutupan SPPG Kaliwates 7

Satgas MBG Jember Rekomendasikan Penutupan SPPG Kaliwates 7

LintasWarganet.com – 21 Mei 2026 | Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Kabupaten Jember mengajukan rekomendasi penutupan Satuan Pelayanan Penutupan Gizi (SPPG) Kaliwates 7. Rekomendasi ini disampaikan setelah dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja program dan kondisi lapangan.

Penutupan dipertimbangkan karena beberapa faktor utama, antara lain menurunnya partisipasi siswa, kurangnya dukungan logistik, serta ketidaksesuaian fasilitas dengan standar gizi yang ditetapkan. Selain itu, Satgas MBG mencatat bahwa anggaran operasional SPPG tersebut tidak lagi sejalan dengan prioritas anggaran daerah yang kini lebih memfokuskan pada program kesehatan berbasis komunitas.

Berikut poin-poin utama yang menjadi dasar rekomendasi penutupan:

  • Rata-rata kehadiran siswa di SPPG menurun menjadi 58% dalam enam bulan terakhir.
  • Fasilitas dapur dan penyimpanan makanan tidak memenuhi standar kebersihan yang direkomendasikan Kementerian Kesehatan.
  • Biaya operasional per anak meningkat 22% dibandingkan tahun sebelumnya, tanpa peningkatan hasil gizi yang signifikan.
  • Alternatif penyediaan makanan bergizi melalui kerjasama dengan sekolah lain dianggap lebih efisien.

Pihak Satgas MBG menegaskan bahwa penutupan SPPG Kaliwates 7 tidak berarti berakhirnya upaya pemberian makanan bergizi bagi anak-anak di wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Jember berencana mengalihkan sumber daya ke program lain yang lebih terintegrasi, seperti program makanan sehat di kantin sekolah dan pelatihan gizi bagi orang tua.

Dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Kepala Sekolah setempat, diputuskan bahwa proses penutupan akan dilaksanakan secara bertahap selama tiga bulan ke depan. Selama periode transisi, siswa yang masih terdaftar akan menerima paket makanan tambahan hingga program baru dapat diimplementasikan secara penuh.

Satgas MBG berharap langkah ini dapat meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran dan sekaligus memperkuat kualitas layanan gizi bagi anak-anak Jember. Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus memantau dan menilai dampak kebijakan ini, memastikan tidak ada anak yang kehilangan akses terhadap pangan bergizi.