IESR Sambut Positif Target 100 GW PLTS dan Konversi Kendaraan Listrik Pemerintah Prabowo
IESR Sambut Positif Target 100 GW PLTS dan Konversi Kendaraan Listrik Pemerintah Prabowo

IESR Sambut Positif Target 100 GW PLTS dan Konversi Kendaraan Listrik Pemerintah Prabowo

LintasWarganet.com – 21 Mei 2026 | Institute for Essential Services Reform (IESR) memberikan respons positif terhadap agenda ambisius Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) menjadi 100 gigawatt (GW) serta mempercepat konversi kendaraan berbahan bakar fosil ke kendaraan listrik (EV) di seluruh Indonesia.

Presiden Prabowo menargetkan pencapaian 100 GW PLTS pada tahun 2030, sebuah langkah yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan menurunkan emisi karbon nasional. Saat ini, kapasitas terpasang PLTS nasional berada di sekitar 10 GW, sehingga target tersebut menuntut pertumbuhan tahunan sekitar 30 persen.

Dalam pernyataannya, IESR menekankan bahwa target tersebut “realistis bila didukung oleh kebijakan yang konsisten, insentif fiskal, serta kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga keuangan.” IESR juga menyoroti pentingnya memperkuat regulasi jaringan listrik untuk mengakomodasi aliran energi terdistribusi dari instalasi surya skala rumah tangga hingga pembangkit utilitas.

  • Investasi: IESR memperkirakan kebutuhan investasi bersih sekitar USD 150 miliar untuk mencapai 100 GW, dengan harapan sebagian besar dana dapat mengalir melalui skema obligasi hijau dan mekanisme pembiayaan publik‑swasta.
  • Kebijakan: Penghapusan tarif impor bagi panel surya, pemberian insentif pajak bagi produsen EV, serta penyediaan subsidi pembelian kendaraan listrik diharapkan mempercepat adopsi teknologi.
  • Infrastruktur: Pembangunan jaringan pengisian EV yang memadai menjadi prioritas, termasuk penyediaan stasiun pengisian cepat di titik-titik strategis seperti jalan tol, kawasan industri, dan area perkotaan.

Konversi kendaraan listrik menjadi fokus utama dalam rencana energi nasional. Pemerintah menargetkan 20 persen armada transportasi publik beralih ke EV pada tahun 2027, dengan harapan total penjualan kendaraan listrik mencapai 2 juta unit pada akhir dekade ini.

Target Tahun Keterangan
PLTS 100 GW 2030 Peningkatan kapasitas terpasang energi surya
EV 20% armada publik 2027 Konversi bus, taksi, dan kendaraan dinas
Penjualan EV 2030 2 juta unit

IESR menutup dengan menekankan bahwa keberhasilan target ini tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, melainkan juga pada kesiapan industri lokal, partisipasi masyarakat, dan dukungan internasional dalam transfer teknologi. Jika semua elemen tersebut berjalan selaras, Indonesia berpotensi menjadi salah satu pasar energi terbarukan terbesar di Asia Tenggara.