Semen Indonesia Gandeng BRIN Kembangkan Material Konstruksi Berkelanjutan
Semen Indonesia Gandeng BRIN Kembangkan Material Konstruksi Berkelanjutan

Semen Indonesia Gandeng BRIN Kembangkan Material Konstruksi Berkelanjutan

LintasWarganet.com – 21 Mei 2026 | PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengumumkan kerja sama strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mempercepat pengembangan material konstruksi yang lebih ramah lingkungan dan berdaya tahan tinggi. Kemitraan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan industri bangunan akan solusi yang dapat menurunkan jejak karbon sekaligus meningkatkan kinerja struktural.

Ruang lingkup kolaborasi mencakup riset bahan baku alternatif, pengujian laboratorium, serta penerapan teknologi digital dalam proses produksi semen. Tim gabungan terdiri dari ilmuwan BRIN, insinyur SIG, dan konsultan eksternal yang berpengalaman di bidang material komposit.

Beberapa target utama yang ingin dicapai antara lain:

  • Mengurangi penggunaan klinker tradisional hingga 20% melalui substitusi bahan pozzolan lokal.
  • Meningkatkan efisiensi energi pada pabrik semen sebesar 15% dengan memanfaatkan proses daur ulang panas.
  • Menghasilkan produk semen dengan emisi CO₂ yang lebih rendah, sejalan dengan komitmen Indonesia menuju net‑zero pada 2060.

Proyek awal diperkirakan berlangsung selama tiga tahun, dengan fase pertama fokus pada studi kelayakan bahan baku di wilayah Jawa Barat dan Sumatera. Hasil uji coba akan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah nasional dan internasional, serta dijadikan basis untuk pengajuan paten.

Direktur Riset SIG, Budi Santoso, menyatakan, “Kerja sama dengan BRIN memungkinkan kami mengintegrasikan ilmu pengetahuan mutakhir ke dalam lini produksi, sehingga produk akhir tidak hanya kuat, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.” Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian BRIN, Dr. Rina Widyawati, menambahkan, “Kolaborasi ini mencerminkan sinergi antara sektor publik dan swasta dalam menciptakan inovasi yang dapat diadopsi secara luas di industri konstruksi.”

Jika berhasil, inovasi material ini diharapkan dapat memperluas pangsa pasar SIG di dalam negeri serta membuka peluang ekspor ke negara‑negara yang tengah mencari solusi bangunan hijau. Selain manfaat ekonomi, inisiatif ini juga sejalan dengan agenda pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah industri semen nasional.