HUT Ke-46 Perpusnas Tekankan Literasi Sebagai Fondasi Martabat Bangsa
HUT Ke-46 Perpusnas Tekankan Literasi Sebagai Fondasi Martabat Bangsa

HUT Ke-46 Perpusnas Tekankan Literasi Sebagai Fondasi Martabat Bangsa

LintasWarganet.com – 18 Mei 2026 | Jakarta, 17 Mei 2026 – Pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-46 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), pejabat tinggi lembaga tersebut menegaskan kembali komitmen untuk menempatkan literasi sebagai pondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia dan kebanggaan bangsa.

Acara yang dihadiri oleh perwakilan kementerian, akademisi, serta tokoh budaya ini menyoroti upaya strategis Perpusnas dalam memperluas akses membaca melalui digitalisasi koleksi, peningkatan layanan daring, dan program literasi berbasis komunitas. Direktur Perpusnas, Dr. Rina Widyasari, menyampaikan, “Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, melainkan kunci bagi identitas dan martabat bangsa. Kami bertekad menjadikan setiap sudut Indonesia memiliki akses buku berkualitas, baik dalam bentuk fisik maupun elektronik.”

  • Pengembangan katalog digital yang kini mencakup lebih dari 30 juta judul, termasuk manuskrip langka dan koleksi multimedia.
  • Peluncuran program “Baca Bersama 2026” yang menargetkan 10 juta pembaca baru melalui kerja sama dengan sekolah, perpustakaan daerah, dan komunitas literasi.
  • Peningkatan fasilitas layanan di 150 cabang Perpusnas dengan ruang baca ramah difabel dan pusat kreatif bagi generasi muda.

Statistik terbaru menunjukkan tingkat melek huruf nasional mencapai 96,3 persen, namun tantangan masih ada pada kualitas pemahaman dan kebiasaan membaca. Untuk menanggulanginya, Perpusnas mengusulkan kurikulum literasi terpadu yang akan diintegrasikan ke dalam program pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

Selain itu, perayaan HUT ke-46 juga menampilkan pameran sejarah perpustakaan, lokakarya penulisan kreatif, dan diskusi panel mengenai peran teknologi dalam memperkuat budaya membaca. Dengan rangkaian inisiatif tersebut, Perpusnas berharap dapat memperkuat fondasi budaya literasi yang menjadi jiwa bangsa Indonesia.