RI-Belarus Sepakati Roadmap Pengembangan Kerja Sama Ekonomi 2026-2030
RI-Belarus Sepakati Roadmap Pengembangan Kerja Sama Ekonomi 2026-2030

RI-Belarus Sepakati Roadmap Pengembangan Kerja Sama Ekonomi 2026-2030

LintasWarganet.com – 16 Mei 2026 | Pemerintah Indonesia bersama rekanannya dari Republik Belarus menandatangani kesepakatan untuk menyusun Roadmap Pengembangan Kerja Sama Ekonomi periode 2026-2030. Kesepakatan ini merupakan lanjutan dari hubungan bilateral yang telah terjalin sejak awal 1990-an, dengan fokus memperdalam kolaborasi di bidang perdagangan, investasi, teknologi, energi, dan pertanian.

Dalam pertemuan yang diadakan di Minsk, Menteri Perdagangan Indonesia, Nama Menteri, dan Menteri Ekonomi Belarus, Nama Menteri, menegaskan pentingnya diversifikasi pasar serta peningkatan nilai tambah produk masing-masing negara. Kedua pihak sepakat untuk membentuk tim kerja yang akan merumuskan langkah‑langkah konkret, termasuk:

  • Identifikasi produk unggulan yang memiliki potensi ekspor‑impor kedua negara.
  • Penyusunan mekanisme insentif bagi investor yang ingin menanamkan modal di sektor‑sektor prioritas.
  • Peningkatan kerjasama riset dan pengembangan teknologi, khususnya di bidang energi terbarukan dan agro‑industri.
  • Pengembangan jalur logistik dan transportasi yang mempermudah arus barang.

Roadmap tersebut direncanakan akan selesai pada akhir tahun 2025, dengan tahapan implementasi yang dimulai pada kuartal pertama 2026. Target utama meliputi peningkatan volume perdagangan bilateral sebesar 30 persen dalam lima tahun ke depan, serta terciptanya setidaknya 50 proyek investasi gabungan di bidang manufaktur, pertanian modern, dan energi bersih.

Pejabat Indonesia menilai bahwa kerja sama ini tidak hanya akan memperluas jaringan pasar bagi produk Indonesia, tetapi juga membuka peluang transfer pengetahuan dan teknologi bagi Belarus, khususnya dalam pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Sebaliknya, Belarus berharap dapat memanfaatkan keahlian Indonesia dalam industri pengolahan makanan dan tekstil, serta memanfaatkan letak geografis Indonesia sebagai pintu gerbang ke pasar Asia Tenggara.

Langkah selanjutnya meliputi penyusunan perjanjian kerja sama sektor‑spesifik, peluncuran forum bisnis tahunan, serta program pertukaran tenaga kerja terampil. Kedua negara berkomitmen untuk memantau progres secara berkala melalui rapat tingkat tinggi setiap tahun.