Indonesia Impor Listrik dari Malaysia, Bahlil: Transmisi Filipina Akan Masuk Jaringan Trans Borneo
Indonesia Impor Listrik dari Malaysia, Bahlil: Transmisi Filipina Akan Masuk Jaringan Trans Borneo

Indonesia Impor Listrik dari Malaysia, Bahlil: Transmisi Filipina Akan Masuk Jaringan Trans Borneo

LintasWarganet.com – 13 Mei 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Tanjung, mengonfirmasi bahwa Indonesia kini mengimpor listrik dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) milik Malaysia untuk memenuhi kebutuhan energi di wilayah Kalimantan. Impor ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional sambil menunggu proyek pembangkit domestik selesai.

Selain itu, Bahlil juga menyinggung rencana integrasi jaringan transmisi listrik Filipina ke dalam proyek Trans Borneo. Proyek ini merupakan jaringan interkoneksi yang menghubungkan pulau‑pulau di Borneo—Kalimantan (Indonesia), Sabah dan Sarawak (Malaysia)—dengan tujuan menciptakan pasar listrik regional yang lebih efisien.

  • Penggabungan jaringan Filipina akan memperluas cakupan pasar energi hingga mencakup wilayah Asia Tenggara bagian barat.
  • Diantisipasi dapat menurunkan biaya produksi listrik melalui pemanfaatan sumber energi terbarukan yang melimpah di wilayah tersebut.
  • Integrasi ini juga akan meningkatkan keamanan pasokan listrik dengan menyediakan jalur alternatif bila terjadi gangguan di salah satu negara.

Proses integrasi diharapkan dimulai pada akhir 2025 setelah penyelesaian studi kelayakan teknis dan kesepakatan bilateral. Pemerintah Indonesia menilai bahwa sinergi ini sejalan dengan visi ASEAN Power Grid yang berupaya menciptakan satu pasar energi terintegrasi di kawasan.

Pengimporan listrik dari Malaysia sekaligus rencana penggabungan jaringan Filipina mencerminkan strategi Indonesia untuk memperkuat diversifikasi sumber energi, mempercepat transisi ke energi bersih, serta mengoptimalkan potensi regional. Pemerintah berkomitmen terus mengevaluasi kebutuhan energi serta menyesuaikan kebijakan agar dapat menjawab pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.