Menkomdigi Tekankan Pilar Keterjaagaan dalam Pembangunan Konektivitas

LintasWarganet.com – 12 Mei 2026 | Jakarta, 11 Mei 2026 – Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid, menegaskan bahwa keterjaagaan menjadi salah satu pilar utama dalam upaya memperkuat jaringan konektivitas nasional. Dalam sambutan yang disampaikan pada sebuah acara di ibu kota, ia menyoroti pentingnya memastikan layanan digital dapat diakses secara luas, terjangkau, dan merata di seluruh wilayah negara.

Berikut adalah empat pilar yang disorot dalam strategi konektivitas nasional:

  • Keterjangkauan: Harga layanan yang kompetitif sehingga semua lapisan masyarakat dapat mengakses internet tanpa beban berlebih.
  • Coverage: Penyebaran jaringan yang mencakup seluruh wilayah, termasuk daerah pedesaan dan pulau-pulau kecil.
  • Quality of Service (QoS): Kecepatan, stabilitas, dan latency yang memadai untuk mendukung aplikasi kritis seperti pendidikan daring, telemedicine, dan e‑commerce.
  • Security: Perlindungan data dan infrastruktur dari ancaman siber serta upaya meningkatkan literasi digital.

Dalam rangka mewujudkan pilar‑pilar tersebut, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, antara lain:

  1. Pengembangan jaringan serat optik (fiber) yang menargetkan penetrasi 80% wilayah Indonesia pada tahun 2028.
  2. Ekspansi teknologi 5G di kota‑kota besar serta pilot proyek 5G di wilayah perbatasan.
  3. Pemberian insentif fiskal bagi operator yang menempatkan infrastruktur di daerah kurang terlayani.
  4. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui program pelatihan digital bagi tenaga kerja lokal.

Meutya Hafid juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam mempercepat realisasi agenda konektivitas. Ia mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersama‑sama mengatasi tantangan geografis Indonesia yang bersifat kepulauan, sekaligus memastikan bahwa transformasi digital tidak meninggalkan kelompok rentan.

Dengan menempatkan keterjaagaan sebagai pilar utama, diharapkan konektivitas tidak hanya menjadi sarana teknologi, melainkan motor penggerak pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, dan pemerataan layanan publik di seluruh Nusantara.