Purbaya Sebut Restrukturisasi Whoosh Sudah Clear, Tinggal Tunggu Proses Administratif Rampung

LintasWarganet.com – 11 Mei 2026 | Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi, menyampaikan bahwa proses restrukturisasi proyek kereta cepat Whoosh telah mencapai titik final. Menurutnya, semua isu utama yang menghambat proyek tersebut kini telah terselesaikan, dan yang tersisa hanyalah penyelesaian administratif di tingkat pemerintah.

Whoosh merupakan inisiatif kereta berkecepatan tinggi yang direncanakan menghubungkan dua kota besar di Pulau Jawa. Proyek ini sempat terhenti karena kendala keuangan, perubahan kontrak, serta perbedaan pandangan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak swasta yang terlibat. Pada akhir 2023, pemerintah memutuskan untuk melakukan restrukturisasi lengkap, mencakup revisi skema pembiayaan, penyesuaian jadwal, dan perombakan tim manajemen proyek.

Restrukturisasi yang dipimpin oleh Kementerian Keuangan mencakup beberapa langkah penting:

  • Pengkajian ulang nilai total investasi dan penyesuaian sumber dana, termasuk penambahan dana dari anggaran negara dan skema pinjaman internasional.
  • Negosiasi ulang kontrak dengan konsorsium pelaksana, yang melibatkan perubahan tanggung jawab teknis dan pembagian risiko.
  • Pembentukan tim koordinasi lintas kementerian untuk mempercepat proses perizinan dan sinkronisasi kebijakan.

Purbaya menegaskan bahwa semua poin tersebut telah disepakati oleh semua pihak terkait. “Restrukturisasi Whoosh sudah clear. Sekarang tinggal menunggu proses administratif selesai, seperti perizinan akhir, penandatanganan kontrak definitif, dan alokasi anggaran,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Ia menambahkan bahwa percepatan proses administratif akan mempercepat realisasi proyek, yang diharapkan dapat meningkatkan konektivitas regional, menurunkan biaya transportasi, dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi di wilayah yang dilalui. “Kereta cepat ini bukan sekadar sarana transportasi, melainkan katalisator bagi investasi, pariwisata, dan penciptaan lapangan kerja,” tambahnya.

Para analis menilai bahwa keberhasilan restrukturisasi Whoosh dapat menjadi contoh bagi proyek infrastruktur besar lainnya yang mengalami hambatan serupa. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa proses administratif harus dijalankan dengan transparansi dan akuntabilitas agar tidak menimbulkan penundaan kembali.

Untuk tahapan selanjutnya, Kementerian Keuangan bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Kementerian Perhubungan akan mengkoordinasikan finalisasi izin lingkungan, persetujuan teknis, serta pencairan dana. Jika semua berjalan lancar, target operasional kereta Whoosh diperkirakan dapat tercapai pada akhir 2027.