Proyek Hilirisasi Batu Bara Jadi DME di Kaltim: Investor AS Mundur, China Masuk

LintasWarganet.com – 10 Mei 2026 | Proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) di Kalimantan Timur kini kembali menjadi sorotan setelah investor asal Amerika Serikat menarik diri dari skema pendanaan. Sebelumnya, proyek ini direncanakan memanfaatkan teknologi gasifikasi batu bara untuk menghasilkan DME, sebuah bahan bakar bersih yang dapat menggantikan bahan bakar fosil tradisional.

Dengan estimasi total biaya mencapai US$10,25 miliar, proyek ini melibatkan pembangunan fasilitas gasifikasi berkapasitas tinggi, infrastruktur pendukung, serta jaringan distribusi DME. Pemerintah daerah dan pusat mengharapkan proyek ini dapat mempercepat diversifikasi energi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan nilai tambah ekspor batu bara Indonesia.

Setelah penarikan dana oleh investor Amerika, pihak pengelola proyek mulai mencari mitra baru. Dalam beberapa minggu terakhir, sejumlah perusahaan milik China menyatakan minat untuk bergabung, baik sebagai penyedia teknologi maupun sumber pendanaan. Langkah ini dianggap strategis mengingat China memiliki pengalaman luas dalam pengembangan teknologi gasifikasi dan produksi DME.

Berikut rangkuman utama mengenai proyek ini:

  • Skala investasi: US$10,25 miliar untuk seluruh fase pembangunan.
  • Tujuan utama: Mengubah batu bara menjadi DME sebagai alternatif bahan bakar bersih.
  • Manfaat ekonomi: Potensi penciptaan ribuan lapangan kerja langsung dan tidak langsung, serta peningkatan pendapatan daerah.
  • Risiko: Ketergantungan pada fluktuasi harga batu bara dan tantangan regulasi lingkungan.
  • Peran China: Penyedia teknologi gasifikasi terkini dan calon sumber pendanaan tambahan.

Jika pendanaan baru berhasil dikukuhkan, proses konstruksi diperkirakan akan dimulai pada akhir tahun ini dengan target produksi DME mulai beroperasi pada 2028. Pemerintah menegaskan komitmen untuk memastikan proyek tetap sesuai dengan standar lingkungan dan sosial, serta mengoptimalkan manfaat bagi masyarakat setempat.