Ibam Tegaskan Keputusannya Menjadi Konsultan di Kemendikbudristek untuk Mengabdi kepada Negara

LintasWarganet.com – 10 Mei 2026 | Ibrahim Arief, yang lebih dikenal dengan sebutan Ibam, kembali muncul di publik dengan menegaskan keputusannya untuk bergabung sebagai konsultan teknologi di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Keputusan ini diungkapkan setelah ia sempat menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.

Berikut rangkaian fakta yang relevan:

  • Latar Belakang Kasus: Ibam terlibat dalam penyelidikan terkait dugaan korupsi pada pengadaan laptop Chromebook untuk institusi pendidikan. Penyelidikan tersebut menimbulkan sorotan publik dan menempatkan namanya dalam sorotan hukum.
  • Keputusan Baru: Dalam sebuah pernyataan resmi, Ibam menyatakan bahwa ia menerima tawaran menjadi konsultan teknologi di Kemendikbudristek. Ia menekankan bahwa peran tersebut dimaksudkan untuk mengabdi kepada negara dan membantu pengembangan teknologi pendidikan.
  • Alasan Pengabdian: Ibam mengklaim bahwa pengalaman dan pengetahuannya di bidang teknologi informasi dapat memberikan kontribusi positif bagi upaya digitalisasi pendidikan di Indonesia. Ia menambahkan bahwa peran konsultan memberi peluang untuk memperbaiki citra diri serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Reaksi publik terbagi. Sebagian mengkritik keputusan tersebut dengan menilai bahwa penunjukan seorang mantan tersangka dalam kasus korupsi ke posisi strategis dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap integritas institusi. Sementara itu, pihak lain menilai bahwa setiap individu berhak mendapatkan kesempatan kedua, terutama jika ia dapat memberikan kontribusi profesional yang berarti.

Menanggapi situasi ini, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi belum memberikan komentar resmi mengenai proses seleksi atau kualifikasi yang melandasi penunjukan Ibam sebagai konsultan. Namun, kementerian menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui inovasi teknologi.

Jika keputusan ini dijalankan, diharapkan Ibam dapat mengoptimalkan pengetahuan teknologinya dalam program digitalisasi, seperti penyediaan perangkat keras, pengembangan platform pembelajaran daring, serta pelatihan guru dalam penggunaan teknologi. Keberhasilan atau kegagalan peran barunya akan menjadi indikator penting bagi kebijakan penempatan tenaga ahli di sektor publik.