Harga BBM SPBU Swasta Meroket, Solar Milik Vivo dan BP Tembus Rp30.890 per Liter

LintasWarganet.com – 10 Mei 2026 | Harga bahan bakar minyak (BBM) kembali naik pada awal Mei 2026, terutama untuk solar nonsubsidi yang kini dijual di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta dengan harga Rp30.890 per liter. Kenaikan ini menandai level tertinggi sejak kebijakan subsidi terakhir dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengendara serta pelaku usaha logistik.

Kenaikan harga didorong oleh kombinasi faktor internasional dan domestik. Harga minyak mentah dunia yang berada di atas US$85 per barel, nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar, serta penyesuaian pajak dan biaya distribusi menjadi pendorong utama. Selain itu, kebijakan pemerintah yang menurunkan subsidi pada bahan bakar nonsubsidi menambah beban pada konsumen.

Berikut beberapa faktor utama yang mempengaruhi lonjakan harga solar di SPBU swasta:

  • Kenaikan harga minyak mentah global.
  • Fluktuasi nilai tukar rupiah.
  • Peningkatan tarif pajak energi.
  • Biaya operasional dan logistik yang lebih tinggi.
  • Pengurangan subsidi pemerintah untuk bahan bakar nonsubsidi.

Beberapa jaringan SPBU swasta melaporkan harga jual solar yang berbeda-beda, namun rata‑rata berada di kisaran Rp30.890 per liter. Contoh harga di beberapa lokasi dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Jaringan SPBU Harga Solar (Rp/Liter)
Vivo 30.890
BP 30.890
Shell 30.750
Total 30.680

Lonjakan harga ini berpotensi meningkatkan biaya operasional kendaraan komersial, yang pada gilirannya dapat menambah tekanan pada harga barang dan jasa. Pemerintah diperkirakan akan memonitor situasi ini secara ketat dan mempertimbangkan langkah penyesuaian kebijakan subsidi atau insentif bagi sektor transportasi.

Para konsumen disarankan untuk lebih bijak dalam penggunaan bahan bakar, mempertimbangkan alternatif transportasi, serta memanfaatkan program loyalti atau diskon yang ditawarkan oleh beberapa jaringan SPBU.