Beras Tak Lagi Penyumbang Inflasi Tertinggi, Pemerintah Tegaskan Stabilitas

LintasWarganet.com – 07 Mei 2026 | Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa pada tahun 2026 harga beras akan tetap stabil, dengan cadangan nasional melebihi lima juta ton. Kebijakan ini berhasil menurunkan kontribusi beras terhadap inflasi, yang sebelumnya menjadi komponen utama kenaikan harga konsumen.

Berbagai langkah strategis telah diterapkan, antara lain peningkatan produksi domestik, penguatan jaringan distribusi, serta pemantauan ketat pada harga grosir dan eceran. Pemerintah juga memperkuat mekanisme penyaluran bantuan kepada petani agar produksi tetap optimal tanpa menimbulkan lonjakan harga.

  • Meningkatkan produksi beras melalui program intensif pada musim tanam.
  • Menjaga stok strategis nasional di atas 5 juta ton sebagai buffer menghadapi fluktuasi pasokan.
  • Melakukan pengawasan harga di pasar tradisional dan modern secara real‑time.
  • Memberikan subsidi pupuk dan bibit berkualitas bagi petani kecil.
  • Mengatur impor beras secara selektif untuk menstabilkan pasokan.

Berikut gambaran stok beras strategis yang dikelola pemerintah hingga akhir 2025:

Tahun Stok Beras (juta ton) Target Stok (juta ton)
2024 5,2 5,0
2025 5,5 5,0
2026 5,8 5,0

Dengan cadangan yang cukup, pemerintah dapat menanggulangi gangguan pasokan dan memastikan harga beras tidak berfluktuasi drastis. Dampaknya, keseimbangan antara petani dan konsumen tetap terjaga, sekaligus menurunkan tekanan inflasi secara keseluruhan.

Para analis ekonomi menilai bahwa langkah ini memperkuat ketahanan pangan nasional dan memberikan sinyal positif bagi stabilitas ekonomi makro Indonesia ke depan.