Kemenperin Buka Suara soal Penutupan Krakatau Osaka Steel: Tantangan Efisiensi Dibanding Baja Tiongkok

LintasWarganet.com – 07 Mei 2026 | Juru bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan klarifikasi terkait penutupan pabrik Krakatau Osaka Steel, yang menimbulkan pertanyaan luas mengenai daya saing industri baja nasional. Menurutnya, penutupan tersebut dipicu oleh ketidakmampuan pabrik dalam bersaing secara efisien dengan produsen baja global, khususnya dari Tiongkok.

Produsen baja Tiongkok menikmati skala produksi yang sangat besar serta biaya operasional yang lebih rendah, sehingga dapat menawarkan harga yang kompetitif di pasar internasional. Keunggulan ini menekan margin keuntungan pabrik-pabrik baja di Indonesia, termasuk Krakatau Osaka Steel, yang belum mampu menyesuaikan struktur biaya dan teknologi produksinya.

Berikut beberapa faktor utama yang diidentifikasi Kemenperin sebagai penyebab ketidakefisienan:

  • Skala produksi yang lebih kecil dibandingkan pemain besar Tiongkok.
  • Biaya energi dan bahan baku yang relatif tinggi.
  • Keterbatasan akses pada teknologi produksi terkini.
  • Regulasi lingkungan yang menambah beban operasional.

Untuk memberikan gambaran perbandingan, tabel di bawah ini menyoroti perbedaan kunci antara baja Indonesia dan baja Tiongkok:

Aspek Baja Indonesia Baja Tiongkok
Skala Produksi (juta ton/tahun) ~5 ~100
Biaya Energi (USD/ton) ~150 ~90
Investasi Teknologi (USD/ton) ~30 ~10
Harga Jual Rata-rata (USD/ton) ~800 ~750

Kemenperin menekankan pentingnya strategi jangka panjang untuk meningkatkan efisiensi industri baja domestik. Pemerintah berencana memperkuat dukungan bagi modernisasi pabrik, meningkatkan akses pembiayaan, serta memperluas kerjasama teknologi dengan mitra internasional.

Selain itu, kementerian juga akan mempercepat proses perizinan dan memberikan insentif bagi perusahaan yang berinvestasi dalam teknologi ramah lingkungan. Langkah ini diharapkan dapat menurunkan biaya produksi dan menjadikan produk baja Indonesia lebih kompetitif di pasar global.

Penutupan Krakatau Osaka Steel menjadi sinyal bagi pelaku industri untuk segera menyesuaikan diri dengan dinamika pasar yang semakin kompetitif. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk menjaga kelangsungan industri baja nasional, sekaligus melindungi tenaga kerja melalui program penempatan kembali dan pelatihan ulang.