Bappenas: JDI dengan Airbus perkuat industri kedirgantaraan Indonesia

LintasWarganet.com – 06 Mei 2026 | Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas (PPN/Bappenas), Rachmat Pambudy, mengumumkan penandatanganan Joint Declaration (JDI) antara Kementerian Bappenas dan perusahaan kedirgantaraan asal Eropa, Airbus. Deklarasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem industri kedirgantaraan Indonesia, sekaligus mempercepat transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

  • Pembentukan pusat pelatihan teknis untuk menyiapkan tenaga kerja terampil di bidang perancangan, produksi, dan pemeliharaan pesawat.
  • Transfer pengetahuan dan teknologi terkait sistem avionik, material komposit, serta proses manufaktur pesawat modern.
  • Peningkatan keterlibatan industri lokal dalam rantai pasokan Airbus, termasuk produksi komponen struktural dan sistem elektronik.
  • Pengembangan program riset bersama untuk inovasi aeronautika yang dapat mendukung kebutuhan pasar domestik dan regional.

Kerja sama ini diharapkan dapat menstimulus investasi asing dan domestik di sektor kedirgantaraan, serta membuka peluang kerja baru bagi ribuan tenaga kerja Indonesia. Pemerintah menargetkan penciptaan sekitar 15.000 hingga 20.000 lapangan pekerjaan dalam lima tahun ke depan, baik langsung maupun tidak langsung.

Selain itu, JDI juga menyiapkan skema pendanaan yang melibatkan dana pemerintah, investasi swasta, serta mekanisme pembiayaan dari lembaga keuangan internasional. Rencana anggaran awal diproyeksikan mencapai sekitar Rp 5 triliun, yang akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur produksi, laboratorium riset, dan fasilitas pelatihan.

Berikut rangkuman target utama yang ditetapkan dalam Joint Declaration:

Target Target Tahun Keterangan
Peningkatan produksi komponen dalam negeri 2027 Mencapai 30% dari total kebutuhan Airbus di Asia‑Pasifik
Pembukaan pusat pelatihan teknis 2025 Menampung 1.000 peserta per tahun
Penciptaan lapangan kerja 2029 15.000–20.000 pekerjaan

Rachmat menegaskan bahwa keberhasilan inisiatif ini tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, industri, akademisi, dan lembaga riset. Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berperan aktif dalam mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan manusia Indonesia demi menciptakan ekosistem kedirgantaraan yang kompetitif di kancah global.

Dengan langkah ini, Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai pemain penting dalam industri penerbangan regional, sekaligus membuka peluang bagi perusahaan-perusahaan domestik untuk berkontribusi pada proyek-proyek besar yang dikelola oleh Airbus.