CEO Danantara Ungkap Butuh Rp 2 Triliun untuk Olah 1.000 Ton Sampah per Hari

LintasWarganet.com – 06 Mei 2026 | CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Energi Lanjutan (PSEL) dengan kapasitas 1.000 ton per hari memerlukan dana sekitar Rp 2 triliun, atau setara dengan USD 1 miliar.

Indonesia mencatat produksi sampah rumah tangga dan industri yang terus meningkat, diperkirakan mencapai lebih dari 60 juta ton setiap tahun. Tingginya volume sampah menimbulkan tantangan besar bagi pemerintah dan sektor swasta dalam hal penanganan yang ramah lingkungan.

Rosan menjelaskan bahwa investasi sebesar itu akan dialokasikan untuk beberapa komponen utama, antara lain:

  • Pengadaan dan instalasi teknologi termal plasma serta fasilitas pembakaran bersih.
  • Pembangunan infrastruktur pendukung seperti jaringan listrik, sistem transportasi sampah, dan area penyimpanan sementara.
  • Pengembangan sistem pengolahan energi dari residu sampah menjadi listrik dan bahan bakar alternatif.
  • Pelatihan tenaga kerja dan program keamanan lingkungan.

Jika berhasil, fasilitas PSEL diharapkan dapat menghasilkan energi listrik setara dengan kebutuhan jutaan rumah tangga, sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan. Selain itu, proyek ini diproyeksikan akan menciptakan ribuan lapangan kerja langsung dan tidak langsung di sektor teknologi bersih.

Namun, realisasi investasi sebesar Rp 2 triliun tidak lepas dari sejumlah tantangan, di antaranya:

  • Ketersediaan dana dari investor domestik dan asing.
  • Koordinasi dengan regulasi lingkungan yang ketat.
  • Pengembangan teknologi yang masih berada pada tahap pilot di beberapa negara.

Rosan menekankan pentingnya kemitraan antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku industri untuk mewujudkan target pengolahan 1.000 ton sampah per hari. Ia optimis bahwa dengan dukungan yang tepat, Indonesia dapat menjadi contoh regional dalam mengubah sampah menjadi sumber energi bersih.