Sejumlah Jurusan Kuliah Terancam Dihapus, Kampus Diminta Jangan Gegabah Tutup Prodi

LintasWarganet.com – 06 Mei 2026 | Rektor Universitas Pancasila mengingatkan pemerintah untuk tidak terburu‑buruk menutup program studi yang dipertimbangkan akan dihapus. Ia menekankan bahwa keputusan harus didasarkan pada kajian menyeluruh mengenai kebutuhan pasar kerja serta kontribusi akademik masing‑masing jurusan.

Berbagai fakultas di sejumlah perguruan tinggi kini berada di bawah sorotan karena indikator akreditasi menurun, rendahnya jumlah pendaftar, atau ketidaksesuaian kurikulum dengan perkembangan industri. Namun, pihak kampus menilai bahwa penutupan paksa dapat menimbulkan dampak negatif, antara lain berkurangnya pilihan bagi calon mahasiswa dan hilangnya potensi riset yang relevan.

  • Analisis kebutuhan: Lakukan survei terhadap perusahaan, asosiasi profesi, dan alumni untuk mengidentifikasi kompetensi yang masih dibutuhkan.
  • Evaluasi manfaat: Tinjau kontribusi jurusan terhadap inovasi, publikasi, dan penyerapan lulusan di dunia kerja.
  • Revisi kurikulum: Sesuaikan mata kuliah dengan standar industri, termasuk penambahan modul digital, praktikum, dan kerja sama magang.
  • Penguatan kualitas pengajar: Tingkatkan kompetensi dosen melalui pelatihan, sertifikasi, atau kolaborasi dengan institusi luar negeri.
  • Strategi promosi: Perbaiki citra program studi lewat pameran, media sosial, dan kerja sama dengan sekolah menengah.

Rektor menutup dengan menekankan pentingnya dialog terbuka antara kementerian, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan industri. Keputusan yang bersifat jangka panjang harus menjamin kesinambungan kualitas pendidikan tinggi dan relevansi lulusan dengan kebutuhan ekonomi nasional.