Menantea Tutup Semua Gerai: Akhir Era Teh Kekinian Influencer di 2026
Menantea Tutup Semua Gerai: Akhir Era Teh Kekinian Influencer di 2026

Menantea Tutup Semua Gerai: Akhir Era Teh Kekinian Influencer di 2026

LintasWarganet.com – 30 April 2026 | Setelah menggebrak pasar minuman teh kekinian sejak 2021, brand Menantea resmi menutup seluruh jaringan gerainya pada 25 April 2026. Keputusan ini mengakhiri lima tahun perjalanan yang sempat menjadi sorotan media sosial, terutama berkat pendirinya, Jerome Polin, seorang influencer yang dikenal lewat konten edukasi dan hiburan.

Faktor Penyebab Penutupan

Berbagai faktor internal dan eksternal berkontribusi pada keputusan drastis tersebut. Menantea mengakui kurangnya riset mendalam terhadap calon mitra bisnis, ketidakteraturan audit keuangan, serta masalah operasional di tim manajemen sebagai penyebab utama.

  • Riset Mitra yang Minim: Seleksi mitra franchise dilakukan dengan cepat tanpa analisis kelayakan jangka panjang, mengakibatkan beberapa cabang tidak mampu mempertahankan profitabilitas.
  • Audi keuangan Tidak Rutin: Tanpa audit periodik, perusahaan kesulitan mengidentifikasi penyusutan margin dan beban tak terduga.
  • Masalah Operasional: Koordinasi logistik dan standar layanan yang tidak konsisten menurunkan kepuasan pelanggan.

Tren Penutupan Bisnis Kuliner Influencer

Menantea bukan satu-satunya usaha kuliner yang didirikan oleh figur publik dan harus mengakhiri operasionalnya. Sejumlah brand lain seperti Cakekinian milik Arief Muhammad, Rumah Sedep milik Rachel Vennya, dan Golden Black Gourmet milik Tasya Farasya juga telah menutup gerainya dalam beberapa tahun terakhir. Penyebabnya serupa: persaingan ketat, perubahan selera konsumen, serta tantangan manajerial.

Bandingkan dengan Penutupan Gerai Mixue

Sementara Menantea menutup seluruh jaringan, perusahaan minuman asal China, Mixue, melakukan penutupan selektif sebanyak 428 gerai pada tahun 2025. Penutupan ini terjadi terutama di Indonesia dan Vietnam, sebagai bagian dari strategi optimalisasi operasional. Meskipun Mixue masih memiliki lebih dari 59.000 gerai global, langkah tersebut mencerminkan tekanan serupa pada industri minuman siap saji.

Brand Tahun Penutupan Jumlah Gerai Ditutup Penyebab Utama
Menantea 2026 Seluruh jaringan (≈150 gerai) Riset mitra lemah, audit tak rutin, masalah operasional
Cakekinian 2024 Beberapa cabang Penurunan omzet, persaingan
Mixue 2025 428 gerai Restrukturisasi, efisiensi

Dampak bagi Konsumen dan Franchisee

Penutupan Menantea meninggalkan sekitar 150 franchisee yang harus mencari alternatif bisnis atau menutup usaha mereka. Bagi konsumen, pilihan teh kekinian yang dulu mengusung varian rasa inovatif kini berkurang, memaksa mereka beralih ke kompetitor seperti Milk Tea XYZ atau kembali ke merek tradisional.

Prospek Pasar Minuman Teh Kekinian

Walaupun Menantea mengakhiri operasinya, pasar minuman teh kekinian tetap menjanjikan. Analisis pasar 2026 memperkirakan pertumbuhan tahunan sebesar 8 % di Asia Tenggara, didorong oleh inovasi rasa, penggunaan bahan organik, dan strategi digital marketing yang terintegrasi. Pemain baru yang memiliki manajemen keuangan kuat serta jaringan logistik terkontrol diprediksi dapat mengisi kekosongan yang ditinggalkan Menantea.

Secara keseluruhan, penutupan Menantea menandai berakhirnya era brand yang mengandalkan popularitas pribadi pendirinya semata. Kejadian ini sekaligus menjadi peringatan bagi para influencer yang ingin merambah dunia kuliner: popularitas daring tidak otomatis menjamin keberlangsungan bisnis jangka panjang tanpa fondasi operasional yang solid.