IHSG Menguat, CDIA Berbalik Hijau: Rekap Pasar Saham Indonesia 29 April 2026
IHSG Menguat, CDIA Berbalik Hijau: Rekap Pasar Saham Indonesia 29 April 2026

IHSG Menguat, CDIA Berbalik Hijau: Rekap Pasar Saham Indonesia 29 April 2026

LintasWarganet.com – 30 April 2026 | Pasar saham Indonesia pada Rabu, 29 April 2026, menunjukkan dinamika positif meski dihadapkan pada tekanan penjualan oleh investor asing. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir menguat 0,41% pada level 7.101,22, sementara saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) berbalik arah menjadi hijau dengan kenaikan 6,8% pada penutupan sesi kedua.

Pergerakan IHSG dan Sentimen Pasar

IHSG menutup perdagangan hari ini di zona hijau setelah menguat dari level 7.063,99 menjadi 7.101,22. Indeks LQ45 juga mengikuti tren naik, mencatat kenaikan 0,27% menjadi 684,14. Mayoritas indeks acuan berwarna hijau, menandakan sentimen pasar yang masih optimis. Namun, data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat net sell oleh investor asing sebesar Rp1,19 triliun, menurunkan volume bersih masuk modal.

Volume perdagangan harian mencapai 43 miliar lembar dengan frekuensi transaksi 2.454.212 kali, menghasilkan nilai transaksi sebesar Rp17,2 triliun. Dari 379 saham yang menguat, sebagian besar mengangkat IHSG, sementara 282 saham melemah dan 154 saham bergerak datar.

Detail Saham CDIA

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) berhasil membalikkan tren penurunan dalam lima hari terakhir. Pada penutupan sesi kedua, harga saham CDIA naik 6,8% menjadi Rp1.100 per lembar, setelah dibuka pada level Rp1.030. Harga tertinggi tercatat Rp1.110 dan terendah Rp1.000. Total frekuensi perdagangan saham CDIA mencapai 12.673 kali dengan volume 984.780 lembar, menghasilkan nilai transaksi harian sebesar Rp104 miliar.

Walaupun dalam lima hari terakhir CDIA mengalami penurunan sebesar 4,35%, lonjakan hari ini menandakan adanya aksi beli kembali, kemungkinan dipicu oleh laporan penyuntikan modal atau ekspektasi positif terkait investasi terbaru perusahaan.

Sektor Saham yang Berkinerja

Antara 11 sektor yang dipantau, sektor industri menonjol dengan kenaikan 2,41%, menjadi sektor dengan pertumbuhan terbesar. Sektor infrastruktur dan consumer non‑siklikal masing-masing mencatat kenaikan 1,48% dan 1,45%. Sebaliknya, sektor basic dan kesehatan melemah masing-masing 1,08% dan 0,09%.

Analisis dan Rekomendasi Analis

Beberapa analis memperkirakan IHSG masih berisiko mengalami koreksi ringan dalam beberapa sesi ke depan. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai level support berada di kisaran 6.900‑7.000, sementara resistance berada di 7.100‑7.200. Di sisi lain, Maximilianus Nico Demus dari Pilarmas Investindo Sekuritas menyoroti aksi beli bargain hunting dan dukungan dari kontrak berjangka saham AS menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve.

Beberapa rekomendasi saham yang dianggap menarik oleh analis meliputi GJTL, ELSA, dan MBMA, meskipun tidak ada detail spesifik dalam laporan hari ini.

Faktor Eksternal yang Mempengaruhi

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS tetap stabil di kisaran 17.314, memberikan dukungan bagi perusahaan yang memiliki eksposur valuta asing. Secara global, ketegangan antara Amerika Serikat dan China serta pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang dijadwalkan bulan depan menambah ketidakpastian, namun tidak mengubah tren positif pasar domestik pada hari Rabu.

Dengan data perdagangan yang menunjukkan likuiditas tinggi dan sentimen bullish pada indeks utama, pasar saham Indonesia tampak berada pada fase pemulihan meski dihadapkan pada penjualan bersih oleh investor asing. Investor disarankan untuk memperhatikan level support dan resistance utama serta mengamati sektor industri dan infrastruktur yang menunjukkan momentum kuat.