Bakal Dipanggil Pekan Depan, Nama Mantan Dirjen Kuathan Kemhan Muncul dalam Sidang Korupsi Satelit Kemhan
Bakal Dipanggil Pekan Depan, Nama Mantan Dirjen Kuathan Kemhan Muncul dalam Sidang Korupsi Satelit Kemhan

Bakal Dipanggil Pekan Depan, Nama Mantan Dirjen Kuathan Kemhan Muncul dalam Sidang Korupsi Satelit Kemhan

LintasWarganet.com – 29 April 2026 | Sidang perkara korupsi satelit Kementerian Pertahanan (Kemhan) terus berlanjut. Pada sidang terakhir, hakim menyoroti keterlibatan sejumlah pejabat tinggi, termasuk nama mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Kuathan Kemhan yang kini menjadi sorotan utama.

Kasus ini bermula pada 2022 ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengidentifikasi dugaan penyalahgunaan anggaran dalam proyek pengadaan satelit militer. Penyidikan mengungkap adanya indikasi manipulasi dokumen, overbudget, dan pembayaran tidak sah kepada pihak ketiga. Hingga kini, penyidik telah menahan beberapa pejabat senior dan menelusuri alur dana yang mencurigakan.

Dalam persidangan tanggal 22 April 2024, jaksa penuntut mengajukan permohonan agar mantan Dirjen Kuathan dipanggil sebagai saksi. Hakim menanggapi permohonan tersebut dengan persetujuan, namun penetapan jadwal masih dalam proses. Pada hari Jumat (26/04/2024) hakim memerintahkan agar nama mantan Dirjen tersebut dimasukkan dalam daftar saksi yang akan dipanggil pekan depan.

Berikut rangkuman kronologis utama kasus korupsi satelit Kemhan:

  • 2022: KPK menerima laporan indikasi korupsi dalam proyek satelit militer.
  • 2023: Penyelidikan awal mengidentifikasi dugaan manipulasi tender dan pembayaran fiktif.
  • Desember 2023: Beberapa pejabat senior ditetapkan sebagai tersangka, termasuk mantan Dirjen Kuathan.
  • April 2024: Sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, hakim memutuskan pemanggilan saksi tambahan.

Para pengamat menilai bahwa pemanggilan mantan Dirjen Kuathan dapat membuka babak baru dalam penyelidikan, mengingat posisinya yang strategis dalam pengelolaan program kuathan (komunikasi dan penginderaan) di Kemhan. Jika keterangan saksi menguatkan dugaan adanya persekongkolan, maka potensi hukuman bagi pelaku dapat meningkat, termasuk sanksi pidana penjara dan pengembalian dana negara.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan melalui juru bicara menyatakan komitmen penuh untuk mendukung proses hukum dan menegakkan akuntabilitas. “Kami menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan anggaran, baik di tingkat strategis maupun operasional,” ujar juru bicara pada konferensi pers hari Senin.

Kasus ini juga menimbulkan sorotan publik mengenai transparansi pengadaan alutsista. Lembaga pengawas dan lembaga legislatif telah menuntut audit independen terhadap seluruh proyek satelit militer, guna memastikan tidak ada lagi penyimpangan di masa mendatang.

Dengan pemanggilan mantan Dirjen Kuathan yang dijadwalkan pekan depan, proses persidangan diperkirakan akan memasuki fase kritis. Masyarakat menantikan hasil sidang yang dapat memberikan kepastian hukum serta memperkuat integritas lembaga pertahanan negara.