LintasWarganet.com – 29 April 2026 | Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, pada Rabu (28 April 2026) memberikan penjelasan resmi terkait status insentif bagi Satuan Pengembangan Pendidikan Gizi (SPPG) yang sempat ditangguhkan oleh Kementerian Kesehatan pada awal bulan ini.
Berikut rangkaian langkah yang dijelaskan BGN untuk menuntaskan penangguhan:
- Audit internal pada setiap SPPG yang menerima insentif sejak Januari 2024.
- Penyusunan laporan verifikasi yang meliputi penggunaan dana, capaian program, dan kepatuhan terhadap pedoman teknis.
- Pengajuan rekomendasi kepada Kementerian Kesehatan untuk pencairan kembali dana setelah audit selesai.
Dalam sebuah pernyataan tertulis, Dadan menambahkan bahwa hingga kini belum ada temuan penyalahgunaan dana yang signifikan. Ia berharap proses audit dapat selesai dalam dua minggu ke depan, sehingga alokasi insentif dapat kembali berjalan lancar.
Berikut timeline singkat terkait insentif SPPG:
| Tanggal | Peristiwa |
|---|---|
| 1 Januari 2024 | Mulai pencairan insentif pertama kepada SPPG |
| 15 Maret 2026 | Kementerian Kesehatan mengumumkan penangguhan sementara |
| 28 April 2026 | BGN memberikan klarifikasi resmi |
Dadan menutup dengan mengingatkan semua pihak bahwa tujuan utama insentif ini adalah meningkatkan kualitas gizi anak usia sekolah melalui program edukasi, pemantauan pertumbuhan, dan penyediaan makanan bergizi. Ia mengajak semua pemangku kepentingan untuk tetap berkoordinasi demi keberlangsungan program yang telah memberikan dampak positif bagi ribuan siswa.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet