Pasar Kripto Masih Rentan Koreksi, BTC Gagal Tembus USD 80 Ribu
Pasar Kripto Masih Rentan Koreksi, BTC Gagal Tembus USD 80 Ribu

Pasar Kripto Masih Rentan Koreksi, BTC Gagal Tembus USD 80 Ribu

LintasWarganet.com – 27 April 2026 | Pada Senin pukul 12.34 WIB, harga Bitcoin tercatat menurun 0,23 persen menjadi USD 77.861, sehingga gagal menembus level psikologis USD 80.000 yang menjadi titik perlawanan utama bagi para trader.

Kenaikan harga yang sempat menguat dalam beberapa minggu terakhir kini berbalik, menandakan pasar kripto masih berada dalam fase koreksi. Tekanan jual muncul seiring dengan ketidakpastian makroekonomi global dan pergeseran sentimen investor yang kini lebih berhati-hati.

Beberapa faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga Bitcoin saat ini antara lain:

  • Data inflasi Amerika Serikat yang menunjukkan tekanan harga masih tinggi, memicu kekhawatiran akan kebijakan moneter yang ketat.
  • Regulasi di beberapa negara yang semakin ketat, termasuk pembatasan transaksi dan pengawasan platform perdagangan.
  • Volatilitas pasar saham yang mengalir ke aset kripto sebagai alternatif atau safe haven, tergantung pada arah pergerakan indeks utama.
  • Kondisi likuiditas di bursa kripto utama, yang dapat memperkuat atau melemahkan pergerakan harga dalam jangka pendek.

Koreksi ini juga berdampak pada aset kripto lain, seperti Ethereum, Binance Coin, dan altcoin dengan kapitalisasi pasar menengah. Penurunan Bitcoin biasanya diikuti oleh penurunan harga aset-aset tersebut, meskipun tingkat penurunan dapat bervariasi tergantung pada faktor spesifik masing-masing koin.

Melihat ke depan, para analis memperkirakan bahwa Bitcoin perlu menembus kembali level USD 80.000 untuk mengembalikan momentum bullish. Namun, bila tekanan jual berlanjut, kemungkinan harga dapat turun mendekati zona support penting di sekitar USD 75.000 sebelum menemukan titik stabil kembali.